Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Catatan Guru Pembimbing

(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-251)

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Hari ini senin tanggal 21 September 2020 kembali saya mendampingi mahasiswa PPL dalam melaksanakan pembelajaran daring. Ini adalah minggu ke-4 mereka melaksanakan pembelajaran daring bersama siswa kelas IX sesuai dengan Jadwal untuk Bahasa Indonesia yaitu setiap hari Senin. Mahasiswa yang saya bimbing ini bernama Cefi. Materi yang diberikan adalah mengenal teks Cerpen.

Awal pembelajaran Cefi terlebih dahulu memantau siswa yang ikut belajar daring secara klasikal. Setelah selesai membuka pelajaran, Cefi menayangkan sebuah cerpen dengan judul Gendong karya Raditya Dika. Apersepsi yang diberikan Cefi cukup menarik, dengan menggiring siswa masuk kedalam materi pembelajaran. Cerpen yang diambil juga dari pengarang yang dekat dengan anak muda atau remaja. Pendekatan yang diberikan Cefi sudah cukup baik sebagai seorang anak PPL yang masih belajar. Cefi juga memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan cerpen Gendong yang baru ditayangkan. Siswa yang serius memperhatikan tentu akan bisa menjawab pertanyaan dari Cefi. Apersepsi berjalan dengan lancar.

Masuk kepembelajaran inti, Cefi menjelaskan unsur – unsur yang membangun cerita pendek. Ia mengaitkan kembali dengan cerita Gendong yang ditayangkan tadi. Kemudian Cefi meminta siswa untuk menjelaskan unsur intrinsik dari cerita Gendong sesuai dengan apa yang diketahui siswa. Siswa menjawab dengan berbagai argumen. Setelah siswa menjawab dengan pengetahuannya, Cefi menjelaskan materi cerpen sesuai dengan PPT yang telah disiapkan .

Cerpen mempunyai unsur pembangun atau disebut juga unsur intrinsik antara lain,

1. Tema, merupakan persoalan yang dibahas dalam cerita.

2. Latar, latar merupakan tempat, waktu dan suasana terjadinya cerita

3. Watak, merupakan sifat, karakter, ataupun tingkah laku dari pelaku atau tokoh dalam cerpen.

4. Alur , merupakan urutan peristiwa yang ada dalam cerita, atau kronologis cerita.

5. Amanat, merupakan pesan atau hikmah yang bisa kita ambil untuk dijadikan pembelajaran yang terdapat dalam cerita.

6. Sudut Pandang, merupakan kedudukan pengarang dalam cerita.

Saat menyampaikan pembelajaran, Cefi sudah bisa menguasai kelas . Pendekatannya dengan anak-anak cukup bagus. Komunikasi dua arah terjadi satu sama lain antara guru dan murid. Walau demikian kita sebagai pembimbingnya perlu memberikan masukan-masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pembelajaran yang akan datang.

Mahasiswa PPL perlu didampingi saat memberikan pembelajaran kepada siswa. Tujuannya adalah agar kita tahu dimana letak kekurangan mahasiswa tersebut saat memberikan materi pembelajaran. Jadi setelah ia selesai menyampaikan suatu materi, saatnya kita guru pembimbing duduk berdiskusi dengan mahasiswa PPL tentang bagaimana hasil dari pembelajarannya. Kita perlu memberikan perbaikan dan motivasi untuk pengembangan dirinya sehingga penampilan berikutnya lebih baik lagi.

Demikian catatanku hari ini dalam mendampingi mahasiswa PPL, semoga hasil diskusi hari ini dapat menjadi pedoman untuk menjadi lebih baik ke depannya nanti.

Salam literasi

Karawang, 21 September 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post