Lamaran Yang Dinanti (Part 1)
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-249)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Hari semakin sore. Matahari mulai tenggelam di ufuk barat. Langit berangsur gelap pertanda sebentar lagi malam datang. Aku masih termenung di sudut kamar. Aku merasa bingung, apa yang harus kukatakan pada orangtua dan saudara-saudaraku. Mas Akbar yang janjinya akan datang habis shalat zuhur, ternyata sampai mendekati magrib belum datang juga bersama rombongannya.
Mas Akbar sudah memberi kabar 2 hari lalu, bahwa hari ini ia bersama rombongannya akan datang ke rumahku setelah sholat zuhur. Aku menyambut baik niat tulus Mas Akbar. Aku menyampaikan pesannya pada keluarga. Aku bahagia dengan semua ini. Keluarga mulai menyiapkan segala sesuatunya untuk menanti keluarga Mas Akbar. Makanan udah tersedia sebelum zuhur. Tetangga dan saudara dekatpun sudah diberi tahu untuk datang menunggu setelah shalat zuhur. Semua persiapan sudah sesuai rencana. Cuaca siang juga cerah, matahari bersinar dengan megahnya seolah turut bergembira dengan rencana pertemuan dua keluarga ini. Semoga saja semua berjalan dengan lancar.
Waktu berlalu, tibalah sholat ashar namun sang pelamar belum datang juga. Ah, aku mulai khawatir dalam hati. Apakah Mas Akbar tidak menepati janji? Atau apakah keluarganya berubah pikiran? Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku. Aku hanya diam membisu, tak bisa menjawab pertanyaan keluargaku. Ya Allah malunya aku kalau sekiranya mas Akbar ingkar janji, pikirku. Tapi hati kecilku berkata, tak mungkin mas Akbar mengecewakan aku. Aku masih punya keyakinan bahwa ada hal yang membuat ia dan keluarganya terlambat datang.
-Bersambung-
Salam Literasi
Karawang, 19 September 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan