Membangun Keluarga Literat dengan Literasi
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-235)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Literasi adalah suatu kemampuan seseorang untuk menggunakan potensi dan keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca dan menulis serta memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Literasi juga merupakan kemampuan mengimplementasikan buku yang dibaca menjadi suatu kegiatan yang positif yang dapat berdampak pada kemampuan individu untuk mencapai sesuatu.
Kunci dari sebuah literasi adalah budaya membaca. Membaca merupakan kegiatan yang penting dalam kehidupan sehari-hari, karena membaca tidak hanya untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan, tetapi juga diharapkan bisa membentuk sebuah pribadi yang literat, yang mempunyai karakter yang baik serta dapat meningkatkan nilai intelektual diri.
Gerakan literasi harus dimulai dari keluarga. Sebagai seorang pendidik saya merasakan betapa pentingnya literasi dibumikan dalam keluarga. Kita berharap seluruh anggota keluarga senang membaca. Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan budaya baca dalam keluarga. Keluarga yang senang membaca, akan terbentuk dengan sendirinya karakter yang baik. Anggota keluarga yang senang membaca akan dapat menjadi insan yang literat, yang mudah diatur dan punya rasa kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi. Semua itu dapat diperoleh dengan literasi.
Untuk membangun keluarga yang literat, saya melakukan beberapa hal yang bisa membuat anggota keluarga mencintai kegiatan membaca. Pertama adalah dengan memberikan teladan. Keteladanan adalah kunci keberhasilan literasi dalam keluarga. Tidak mungkin anak-anak kita cinta membaca tanpa diberikan keteladanan dari orang tua. Seorang anak biasanya akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya, ketika orang tua suka membaca, anak juga akan melakukan hal yang sama. Hal itulah yang saya lakukan, memberikan teladan pada anak-anak hingga akhirnya anak menyukai budaya membaca. Setiap hari selalu ada saat di mana keluarga asyik dengan buku bacaannya. Inilah salah satu cara membangun keluarga literat.
Kedua dengan melengkapi sarana perpustakaan keluarga. Untuk memenuhi kebiasaan membaca, kami mempunyai perpustakaan kecil yang dapat kami manfaatkan bersama keluarga. Perpustakaan itu kami isi dengan berbagai jenis buku. Buku-buku kesukaan keluarga terpajang di sana, yang bisa diambil ketika ingin membacanya. Keluarga saya mempunyai kesukaan jenis buku yang berbeda-beda, untuk itu kami berusaha memenuhi kebutuhan anak-anak dengan melengkapi perpustakaan kecil kami dengan berbagai koleksi buku. Anak-anak menyukai buku bacaan remaja dan ilmu pengetahuan, sedangkan suami menyukai buku yang berjenis ilmu agama. Buku-buku tersebut tersedia di perpustakaan keluarga. Perpustakaan kecil ini memberikan banyak manfaat bagi keluarga dalam rangka membangun keluarga yang literat.
Ketiga adalah dengan jelajah buku. Keluarga kami mempunyai kesukaan buku masing-masing. Untuk itu kami sengaja meluangkan waktu untuk pergi bersama untuk mencari buku kesukaan kami yang kami sebut dengan jelajah buku. Kami meluangkan waktu bersama berkunjung ke toko buku untuk mencari buku yang kami suka. Kalau ada bazar buku atau Book Fair, kalau masih bisa dijangkau, kami beserta keluarga akan berusaha mengunjunginya. Jelajah buku kami lakukan tidak hanya ke toko buku, tapi juga mengunjungi perpustakaan yang berada di daerah ataupun perpustakaan nasional. Jelajah buku kadang mengasyikkan, karena kami lakukan sambil rekreasi atau sambil bermain. Jelajah buku suatu kegiatan yang kami tunggu setiap bulannya. Anggota keluarga menikmati saat mencari berbagai buku yang mereka inginkan.
Dengan menggalakkan literasi dalam keluarga, kami berharap akan terbentuk keluarga yang literat. Berbagai upaya yang kami lakukan semoga menjadi budaya bagi keluarga dalam mengembangkan literasi. Demikian cara kami dalam mengembangkan literasi dalam keluarga, semoga dapat menjadi inspirasi bagi keluarga lainnya.
“Buku Adalah Jendela Dunia, Membaca Adalah Kuncinya”
Salam Literasi
Karawang, 5 September 2020
DATA PENULIS
Hj. Septa Arfina S.Pd lahir di Tanah Datar, 7 September 1967. Sehari-hari bekerja sebagai seorang guru Bahasa Indonesia di SMPN 3 Karawang Barat. Bertempat tinggal di Telukjambe, Karawang. Email: **(censored)**.
Nomor HP/WA: **(censored)**Adapun buku yang sudah diterbitkan adalah Sekelumit Rinduku Untuk Duku (novel), Sejuta Kata Cinta (antologi), Jalan Terang Guru Pemenang (antologi), Layar Impian (antologi), Di rumah Aja (antologi), Tasbih Senandung Rindu (antologi), E-learning Menyenangkan Tanpa Takut Corona (antologi), Menyemai renjana Memendar Senjana (antologi puisi). Penulis juga aktif menulis di blog gurusiana septaarfina.gurusiana.id. Juara 3 OGN Bahasa Indonesia Kabupaten Karawang tahun 2018. Aktif menjadi pengurus MGMP Bahasa Indonesia. Menjadi pengurus Komunitas literasi Kabupaten Karawang. Menjadi Kepala Perpustakaan SMPN 3 Karawang Barat. Pembina Ekstrakurikuler Literasi SMPN 3 Karawang Barat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan