Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Menghadapi Anak Remaja

(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-242)

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Masa muda adalah masa yang paling indah. Masa muda adalah masa yang memiliki darah muda. Penuh keberanian, kadang tanpa berpikir dua kali dalam melakukan sesuatu. Yang penting adalah senang dan mengasyikkan. Seperti itulah gambaran dari beberapa anak muda.

Memiliki anak muda atau menjadi pendidik generasi muda haruslah banyak menggali ilmu mengenai bagaimana cara menghadapi anak muda yang berdarah muda ini. Jangan sampai anak yang masih muda, yang masih perlu bimbingan kita, justru berjalan sendiri tanpa kontrol bahkan sampai salah arah.

Menghadapi anak yang masih berjiwa muda atau anak remaja tidaklah mudah. Anak terkadang menjadi sangat sulit ketika dihadapkan pada orang tua yang melawan tindakannya. Banyak hal yang menjadi penyebab mengapa anak melakukan perlawanan, salah satunya adalah cara berkomunikasi yang tidak tepat atau tidak sesuai. Bahkan saat berkomunikasi dengan anak sering diakhiri dengan pertengkaran. Salah satu tidak mau mengalah dan merasa benar keduanya. Padahal kalau dicerna dengan pikiran tenang, dengan komunikasi yang baik maka pertengkaran tak kan terjadi. Komunikasi kadang juga tidak nyambung dengan anak, seperti apa yang orang tua maksud dan ternyata penerimaan bagi si anak salah. Begitu juga sebaliknya. Orang tua dan anak sering punya pikiran sendiri tanpa mencari kebenarannya.

Untuk menghindari hal ini perlu kita cari cara yang baik dalam menghadapi anak yang masih muda ini, antara lain :

1. Bangun Komunikasi yang Baik

Komunikasi sangat penting dibangun antara orang tua dan anak remajanya. Orang tua harus memahami keinginan anak, jangan memaksakan kehendak kepada anak. Bertutur kata dengan lembut dan tidak menyinggung perasaan anak agar apa yang kita sampaikan dapat diterima anak dengan senang hati. Saat berkomunikasi hindari perkataan yang merendahkan anak. Berikan anak semangat dalam menyampaikan sesuatu. Anak juga harus bisa menghargai pendapat orang tua dalam berkomunikasi. Jangan berteriak apalagi membantah orangtua. Saling bertutur kata dengan lemah lembut adalah kunci komunikasi yang baik.

2. Tunjukkan Rasa Empati

Anak remaja terkadang banyak masalah yang mereka hadapi. Terkadang apa yang mereka lakukan merupakan sesuatu yang salah. Kita sebagai orang tua tentu bingung menghadapi situasi ini. Hal yang perlu kita lakukan adalah dengan memberikan empati dengan sikap yang tenang. Kita harus tetap mengedepankan sikap positif. Setiap masalah pasti bisa diselesaikan dengan baik. Selain memberikan dukungan dengan ikhlas, yang tak kalah penting adalah mencarikan solusi yang membuat anak remaja kita memahami apa yang telah ia lakukan. Harapan orang tua adalah agar anak menyadari kesalahannya dan menerima nasihat orang tua. Hal itu bisa dilakukan dengan memberikan empati pada si anak.

3. Jangan Menggurui, Jadilah Teman

Anak remaja butuh sesorang yang mendengarkan curhatnya. Untuk itu sebagai orang tua jadilah teman. Buatlah rasa nyaman untuknya bercerita tentang apa yang sedang dialaminya. Simak dengan baik ceritanya, hentikan semua kegiatan ketika mendengar ceritanya. Tatap matanya dan pusatkan perhatian padanya, setelah itu baru berikan komentar atau baru beri nasihat. Jangan hanya memberi ceramah tapi tidak memberi solusi untuknya. Posisikan diri anda sebagai teman dekatnya atau teman curhatnya. Akhirnya ia merasakan rumah adalah tempat yang tepat untuk pulang dan mencurahkan perasaannya.

4. Memberi Teladan

Salah satu kunci pembentukan karakter anak adalah dengan memberi teladan. Anak remaja yang tumbuh dengan segala kekurangan dan kelebihannya terkadang cenderung meniru apa yang orang tua lakukan. Sikap ini terbentuk sejak anak usia dini sampai dewasa. Jika kita menginginkan anak remaja kita berbuat baik dalam segala hal, penuh semangat dalam belajar, rajin beribadah, memanfaatkan waktu dengan baik, itu semua bisa kita mulai dari diri kita sendiri. Kita sebagai orang tua memberikan contoh terbaik untuk anak remaja kita. Seperti slogan berikut ini, “like mother like daughter atau like father like son.”

5. Jangan Lupa Memberi Apresiasi

Apresiasi adalah penghargaan yang kita berikan kepada seseorang saat melakukan sesuatu hal yang baik. Sebagai orangtua kita sering marah kalau melihat anak kita melakukan kesalahan. Kita bisa bicara panjang lebar mengomentari kesalahannya. Kita sering lupa memberi apresiasi ketika anak melakukan kebaikan. Memberi apresiasi adalah suatu cara menumbuhkan rasa percaya diri anak dan mendorong dirinya untuk selalu berbuat hal yang positif. Jadi tetaplah memberi apresiasi hal yang baik dari anak walau hal yang dilakukannya sangat kecil di mata kita.

Demikian sharing tentang menghadapi anak remaja, semoga bermanfaat untuk para orang tua dan guru yang mempunyai anak remaja atau murid remaja. Wassalam.

Salam literasi

Karawang , 12 September 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post