Belajar Mendongeng Bersama Bunda Wiwik
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-262)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Webinar Media Guru hari ini adalah yang ke-4 kalinya selama pelaksanaan IIBF 2020. Webinar kali ini bertemakan Ayo Mendongeng, sangat keren dan sayang kalau dilewatkan. Materi mendongeng ini disampaikan oleh Bunda Wiwik Puspitasari. Beliau adalah Ketua Umum Ikatan Pendidik Penulis Sumatera Utara (IPPSU) dan juga merupakan Instruktur Nasional Media Guru.
Acara webinar dimulai pukul 15.30 – 17.00. waktu terasa cepat berjalan. Rasanya baru sebentar Bunda Wiwik menyampaikan materi, ternyata sudah hampir selesai saja. Saya begitu menikmati penampilan Bunda Wiwik dalam menyampaikan materi yang disertai dengan praktik mendongeng secara langsung. Dalam mendongeng, Bunda Wiwik sangat menjiwai dan sangat ekspresif. Imajinasinya terbangun langsung saat menampilkan dongeng. Kita yang mendengar berdecak kagum atas penampilan Bunda Wiwik sang pendongeng handal Media Guru ini.
Menurut Bunda Wiwik, Mendongeng itu bercerita, namun bercerita belum tentu mendongeng. Saat kita mendongeng haruslah dengan sepenuh hati. Mendongeng harus penuh dengan imajinasi dan ekspresi yang sesuai dengan cerita. Saat mendongeng Bunda Wiwik ditemani oleh sebuah boneka yang diberi nama “Pino“.
Pino menjadi daya tarik mendongeng Bunda Wiwik. Dengan adanya Pino, mendongeng terlihat lebih kreatif dan menarik hati pendengar, Bunda Wiwik punya gaya tersendiri dalam mendongeng. Suaranya bisa diubah-ubah sesuai dengan tokoh yang ada dalam cerita. Beliau murah senyum dan ramah. Tutur katanya enak didengar sehingga membuat peserta webinar terkagum-kagum.
Tahapan Mendongeng adalah :
1. Pembuka
2. Inti
3. Isi pesan
4. Penguatan
5. Penutup
Saat kita mendongeng, hendaklah mengikuti tahapan mendongeng agar ceritanya runtut dan mudah dipahami oleh pendengar. Cerita yang kita sampaikan hendaklah mengandung pesan kepada pendengar. Dongeng yang kita tampilkan jangan menonjolkan sisi negatif dari sang tokoh, tapi angkatlah sisi positif dari tokoh yang akan dijadikan teladan bagi pendengar. Misalnya cerita malin kundang anak durhaka, sebaiknya kita lebih mengusung bagaimana agar seorang anak bisa berbakti kepada ibunya. Jangan lebih menonjolkan doa ibu yang mengutuk anaknya, sehingga tidak menimbulkan pemikiran yang salah dari pendengar tentang sosok ibu.
Webinar hari ini memberikan ilmu yang bermanfaat bagaiman cara mendongeng yang baik. Terima kasih Bunda Wiwik yang telah menyampaikan materi dengan sangat menarik. Terima kasih Media Guru dan Tim yang telah menyediakan ruang bagi kami untuk menambah ilmu pengetahuan melalui webinar ini. Semoga Media Guru makin jaya dan Ok.
Salam Literasi
Karawang, 2 Oktober 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan