Derai Sunyi Ibu
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-285)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Perjalanan waktu bergulir di pelupuk matanya
Sketsa wajah Ayah selalu merebak
Membawa angannya ke masa lalu
Ketika cinta masih hadir dalam nyata
Berdua merenda masa depan
Air mata mengalir diujung netranya
Kini sepi dalam berbalut rindu
Ayah meninggalkan dalam kesendirian
Ibu menata hati dalam kesunyian
Kerinduan hanya bisa memanggil dalam ingatan
Untuk mengusir rasa sunyi dalam hati
Dalam doa Ibu selalu ada Ayah
Dalam hati Ibu hanya ada nama Ayah
Dalam kesendirian Ibu yang terkenang hanya Ayah
Cinta yang tak pernah selesai
Sampai rindu bergulir di ujung senja
Mengenang Ayah dalam derai sunyi
Doa terindah selalu untuk Ayah
Alfatihah
*
Salam literasi
Karawang, 25 Oktober 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan