Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Karena Salah Tanggal

(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-278)

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Matahari masih mengintip dari balik jendela. Udara dingin terasa menusuk sampai ke tulang. Suara burung yang biasa menemani suasana pagi tak terdengar, karena burung pun enggan keluar dari sarangnya. Lisa juga malas untuk bangkit dari singgasananya. Ia masih tiduran berbalut selimut yang menemaninya di setiap tidurnya. Pagi ini begitu dingin, membuat Lisa kembali meneruskan tidurnya. Lisa bergegas mandi setelah membulatkan tekad untuk beranjak dari tempat tidurnya. Udara dingin sudah tidak lagi dihiraukannya. Ia baru ingat bahwa hari ini suaminya akan pulang dari luar kota. Suami Lisa sudah satu minggu melakukan dinas luar untuk mengurus proyek perusahaan yang baru dari kantornya.

Lisa hari ini ingin masak kesukaan suami tercintanya yakni gulai cumi padang. Ia dengan semangat berangkat ke pasar. Ia sudah membayangkan bagaimana suaminya dengan lahap menyantap masakan yang dihidangkannya. Lisa tersenyum sendiri saking bahagianya. Lisa memasak dengan semangat. Ia bernyanyi riang dan tak merasa lelah. Baginya adalah sebuah kebahagiaan bisa melihat suami makan enak. Ia berusaha memasak dengan serius biar cita rasanya menggugah selera yang makan nantinya. Akhirnya masak selesai, lisa merapikan rumah dan bersantai menunggu suami pulang. Lisa sengaja menyibukkan diri dengan menonton televisi, supaya tak merasa menunggu. Sampai sore tidak ada kabar dari sang suami apakah sudah berangkat atau belum. Lisa masih sabar menunggu. Walau ada rasa cemas dan kesal dalam hatinya.

Hari telah sore menjelang malam. Matahari yang tadi redup kini pun telah hilang berganti malam. Lisa menelpon suaminya, karena penasaran dengan kepulangannya yang tak kunjung tiba. “Pa, katanya hari ini mau pulang? Kok belum sampai sih Pa? Mama sudah menunggu nih dari siang,” ucap Lisa dengan nada merajuk. “Loh Ma, sekarang kan baru tanggal 18, Papa kan pulangnya tanggal 19 Ma,” jawab sang suami sambil tertawa bercampur kaget karena sang istri menunggunya. Lisa langsung menuju kalender yang tergantung di dinding ruang kerja suaminya, dan ya ampunnnn, benar ternyata sekarang baru tanggal 18, tanggal 19 itu besok. Lisa akhirnya merasa malu dan segera meminta maaf karena sudah kesal kepada suaminya. Ia merasa sudah tua sehingga lupa dengan tanggal. Lisa jadi senyum sendiri bila ingat kejadian yang baru dialaminya.

*

Salam literasi,

Karawang, 18 Oktober 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post