Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Penyuluhan Bahasa Indonesia (Part 1)

(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-279)

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Hari ini, kami guru Bahasa indonesia Karawang tingkat SMP mengikuti Penyuluhan Bahasa Indonesia. Penyuluhan ini diadakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang. Kegiatan ini dimulai tanggal 19 sampai 22 Oktober 2020.

Kegiatan ini diadakan secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom. Saya beserta teman-teman guru bahasa indonesia lainnya merupakan utusan dari sekolah masing-masing. Kami mengikuti acara ini dengan penuh semangat. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan kita yakni lagu Indonesia Raya. Acara kedua yaitu berupa sambutan dari Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Bapak Dr. Syarifuddin, M.Hum. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, Bapak Drs. H. Asep Junaedi, M.Pd.

Melangkah pada acara berikutnya yaitu penyampaian materi tentang ejaan bahasa indonesia. Materi ini diberikan langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Bapak Dr. Syarifuddin, M.Hum. Beliau meyampaikan bahwa bahasa indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa. Bahasa indonesia harus kita lestarikan dan kita jaga.

Bahasa mempunyai karateristik bahwa bahasa adalah sebuah sistem berupa bunyi yang bersifat, antara lain:

1. Bahasa bersifat Abritrer artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib, bisa berubah secara manasuka. Hal ini tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepsi makna tertentu. Adanya lambang bahasa yang sudah ada tidak bisa dijelaskan. Sudah ada begitu saja.

2. Bahasa bersifat Produktif artinya, dengan sejumlah unsur yang terbatas,namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas

3. Bahasa bersifat Dinamis artinya bahwa bahasa itu tidak lepas dari berbagai kemungkinan perubahan sewaktu-waktu, perubahan bisa saja terjadi pada tataran apa saja, mungkin saja terjadi muncul kosa kata baru dan bisa juga kosa kata lama tidak terpakai lagi.

4. Bahasa bersifat Beragam artinya, meskipun bahasa mempunyai pola dan kaidah yang sama, namun karena bahasa digunakan oleh penuturnya yang heterogen yang mempunyai latar belakang yang berbeda, maka bahasa itu menjadi beragam.

5. Bahasa bersifat Manusiawi artinya, bahasa sebagai alat komunikasi verbal, hanya dimiliki oleh manusia. Hewan tidak mempunyai bahasa yang dimiliki sebagai alat komunikasi. Manusialah yang mempunyai bahasa.

6. Bahasa bersifat Konvensional artinya bahasa merupakan sebagai suatu pandangan atau anggapan bahwa kata-kata terjadi berdasarkan kebiasaan, kesepakatan atau persetujuan masyarakat pemakainya.

7. Bahasa itu sebuah Sistem artinya merupakan susunan yang terpola dan teratur yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Ia terdiri dari unsur-unsur atau komponen yang teratur membentuk sutu kesatuan.

Demikian tadi ilmu yang saya peroleh saat mengikuti Penyuluhan Bahasa Indonesia. Saya berasa mengikuti kuliah lagi. Asalkan kita mau mencari ilmu, akan ada yang kita dapatkan. Penyuluhan Bahasa hari pertama ini sarat dengan ilmu tentang kebahasaan. Terima kasih Balai Bahasa provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang atas kesempatan yang telah diberikan kepada kami.

Salam literasi

Karawang, 19 Oktober 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post