Guru Mulia Dengan Berkarya
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-300)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Mutu pendidikan tidak dapat melampaui mutu guru. Hal ini berarti bahwa mutu guru adalah syarat untuk membangun pendidikan yang unggul dan bermutu. Bagaimana pun baiknya kurikulum, lengkapnya sarana dan prasarana, tetapi jika tidak adanya guru yang profesional, tidak adanya guru yang punya dedikasi tinggi terhadap pendidikan, maka tidak ada jaminan siswanya akan sukses dan berprestasi.
Guru yang profesional akan melahirkan program-program pembelajaran yang mampu memotivasi siswa untuk belajar dan menghasilkan prestasi belajar yang gemilang bagi siswa. Guru yang profesional memiliki semangat dan motivasi untuk selalu melahirkan karya yang dapat digunakan untuk mengasah kemampuannya agar dapat membelajarkan siswa secara optimal.
Sejalan dengan diberlakukannya Undang-Undang nomor 14 tahun 2005, pekerjaan guru adalah sebuah profesi. Untuk memperoleh profesi tersebut guru harus diuji dan diberikan pelatihan agar dapat memperoleh pengakuan sebagai guru yang sudah bersertifikasi. Profesi guru adalah pekerjaan yang mensyaratkan keahlian atau kompetensi dalam mendidik. Profesi yang telah dimiliki guru diharapkan dapat menguasai seperangkat keterampilan, sikap ,dan pengetahuan yang dimilikinya agar bisa memberikan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
Inti kemajuan pendidikan ada pada guru. Untuk itu, penulis berusaha membekali diri dengan berbagai pembelajaran yang akan meningkatkan kompetensi penulis sebagai guru profesional. Menurut penulis, untuk memperoleh hasil yang maksimal, maka guru haruslah jadi pembelajar. Pembelajar sejati tak pernah berhenti untuk menambah ilmu pengetahuan. Usia boleh bertambah namun belajar tak pernah mengenal kata selesai.
Guru yang terus belajar akan menghasilkan berbagai karya yang bisa diberikan kepada siswa dalam pembelajaran. Dari hasil karyanya anak didik bisa belajar. Lingkungan sekolah juga bisa merasakan dampak dari karya guru. Guru bisa terus berkarya dan dapat berkolaborasi dengan guru mata pelajaran lain. Misalnya guru mata pelajaran IPS dengan mata pelajaran IPA. Kedua mata pelajaran ini dapat mendirikan Market Day yang dalam kesempatan ini peserta didik bisa ikut berpartisipasi untuk berkarya dengan arahan guru. Guru bahasa inggris dengan guru bahasa indonesia juga bisa berkolaborasi untuk mengadakan kegiatan festival literasi. Festival literasi yang diikuti oleh peserta didik bisa menghasilkan berbagai karya baik dalam bentuk karya sastra maupun dalam bentuk non sastra. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan kemampuan guru yang profesional yang diperolehnya saat mengikuti pelatihan dari berbagai kegiatan
Guru yang terus belajar akan bisa secara bebas mengekspresikan karyanya, mengelolah dan mengaplikasikan pengetahuannya untuk menciptakan solusi dalamĀ meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Guru yang sudah bisa berkarya akan bisa menjadi guru penggerak di sekolahnya. Guru bisa mengajak peserta didik dan teman sejawat untuk senantiasa berkarya demi pendidikan indonesia. Memajukan pendidikan indonesia adalah dampak dari guru yang selalu menambah ilmu dan melahirkan berbagai karya.
Guru mulia karena karya akan selalu digugu dan ditiru. Setiap langkahnya adalah teladan. Apa yang disampaikannya adalah sebuah semangat yang mengajak lingkungannya untuk memajukan pendidikan. Tutur katanya selalu memberi inspirasi bagi peserta didiknya. Guru yang berkarya adalah sosok yang diharapkan sekaligus dirindukan. Guru yang berkarya dengan sepenuh hati dengan sendirinya akan dimuliakan oleh para siswanya, sesama teman sejawat, kepala sekolah, masyarakat, pemerintah, dan Insya Allah dihadapan Allah SWT.
--
Guru biasa memberitahukan,
Guru baik menjelaskan,
Guru ahli memperagakan,
Dan guru hebat mengilhami.
(Willian Arthur Ward)
--
Salam literasi
Karawang, 9 November 2020
DATA DIRI PENULIS
Hj. Septa Arfina S.Pd lahir di Tanah Datar, 7 September 1967. Sehari-hari bekerja sebagai seorang guru Bahasa Indonesia di SMPN 3 Karawang Barat. Bertempat tinggal di Telukjambe, Karawang. Email: **(censored)**.
Nomor HP/WA: **(censored)**Adapun buku yang sudah diterbitkan adalah Sekelumit Rinduku Untuk Duku (novel), Sejuta Kata Cinta (antologi), Jalan Terang Guru Pemenang (antologi), Layar Impian (antologi), Di rumah Aja (antologi), Tasbih Senandung Rindu (antologi), E-learning Menyenangkan Tanpa Takut Corona (antologi), Menyemai renjana Memendar Senjana (antologi puisi). Penulis juga aktif menulis di blog gurusiana septaarfina.gurusiana.id. Juara 3 OGN Bahasa Indonesia Kabupaten Karawang tahun 2018. Aktif menjadi pengurus MGMP Bahasa Indonesia. Menjadi pengurus Komunitas literasi Kabupaten Karawang. Menjadi Kepala Perpustakaan SMPN 3 Karawang Barat. Pembina Ekstrakurikuler Literasi SMPN 3 Karawang Barat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan