Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kuikuti Jejakmu Guruku

(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-330)

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Guru adalah sosok yang selalu menjadi panutan bagi siswanya, baik saat di sekolah maupun di luar sekolah. Guru merupakan seseorang yang berpengaruh bagi setiap individu. Guru merupakan salah satu peletak dasar atau pondasi dalam membangun kehidupan seorang siswa. Sejatinya, guru adalah seorang pahlawan yang tidak hanya memberikan ilmu tapi juga memberi nilai-nilai kehidupan yang berharga bagi muridnya.

Guru yang baik akan selalu menjadi kenangan bagi muridnya. Berbagai kisah tersemat dan abadi dalam ingatan sang murid. Kisah yang menjadi kenangan yang selalu diingat sepanjang masa meskipun saat ini guru tersebut berada jauh ataupun telah tiada. Kenangan bersama guru tak kan pernah pupus, akan abadi selamanya. Inilah sepenggal kisah saya dengan salah seorang pejuang pendidikan di masa saya sekolah dulu. Saya akan bercerita tentang kisah yang menjadi kenangan terindah antara saya dengan seorang guru yang menurut saya sangat bersahaja dan penuh kasih sayang. Seorang guru yang menjadi inspirasi. Seorang guru yang juga menjadi teladan. Guru yang selalu memberi semangat dan dorongan agar saya giat mengejar masa depan.

Waktu itu saya baru memasuki sekolah menengah pertama. Saat itu saya kost di rumah salah seorang teman yang dekat dengan sekolah. Di tempat kost ini juga tinggal seorang guru. Kamar beliau bersebelahan dengan kamar yang saya tempati. Awalnya saya tak mengenal beliau, yang saya tahu beliau adalah seorang guru. Seiring berjalannya waktu, saya dapat mengenal bu guru ini lebih dekat. Nama beliau adalah Ibu Dal. Bu Dal adalah seorang guru muda yang mengajar Bahasa indonesia. Hubungan kami berdua seperti kakak dan adik. Kami saling berbagi cerita tentang berbagai hal. Bu Dal sering membimbing saya dalam belajar terutama pelajaran Bahasa Indonesia. Pembawaannya yang lembut dan cantik selalu membuat saya terkagum-kagum dengan caranya memberikan nasihat. Saya betah berlama-lama mendengar cerita Bu Dal mengenai kehidupan dan pengalamannya semasa ia kuliah dulu.

Hari-hari saya lalui dengan banyak cerita bersama Bu Dal. Sebagai anak kost tentu ada saat dimana saya kehabisan uang jajan atau makanan. Bu Dal selalu datang membantu dengan senyum yang ikhlas. Bu Dal sering memasak dalam jumlah yang banyak, sekalian beliau melebihkan buat saya. Bu Dal selalu hadir sebagai guru dan orang tua bagi saya. Bahkan kadang saya tidur berdua sama Bu Dal. Saya merasakan Bu Dal benar-benar sangat menyayangi saya. Bu Dal selalu memberi saya nasihat saat menjelang tidur. Mulai dari soal belajar, soal masa depan dan lainnya. Ada satu nasihat Bu Dal yang selalu saya ingat, bahwa kalau nanti saya mau meneruskan kuliah, ia ingin saya menjadi guru. Bu Dal ingin saya bermanfaat buat orang lain. Menurut Bu Dal, dengan menjadi guru kita menjadi orang yang mulia, kita bisa mencerdaskan generasi muda. Nasihat itulah yang selalu ia tanamkan kepada saya. Waktu itu nasihat beliau belum saya pahami, saya hanya mengangguk dan tersenyum. Bu Dal senang ketika saya setuju dengan keinginannya dan memeluk saya dengan penuh cinta. Saya merasa bahagia saat itu karena merasa memiliki seorang kakak yang sangat penyayang.

Tiga tahun tinggal serumah dengan Bu Dal bagi saya terasa bermakna. Saya merasa beruntung bisa serumah dengan seorang guru yang baik dan penuh perhatian. Akhirnya masa itu tiba, Bu Dal dilamar oleh seorang pria yang baik. Bu Dal menikah dan pindah dari rumah kost. Saya merasa senang tapi juga merasa sedih karena harus berpisah dengan Bu Dal. Sebelum berpisah Bu Dal menemui saya. Beliau menasihati saya agar terus belajar dengan giat dan tak lupa mengingatkan saya untuk kembali menjadi guru nantinya.

Pesan Bu Dal menjadi penyemangat bagi saya. Akhirnya saya mengikuti jejak Bu Dal. Sekarang saya telah menjadi guru, guru Bahasa Indonesia sesuai dengan keinginan Bu Dal. Terima kasih Bu Dal, karenamu saya bisa seperti ini.

Demikian sepenggal kisah saya dengan seorang guru yang telah banyak mengubah pola pikir saya tentang menghadapi masa depan. Semoga Allah membalas semua kebaikan Ibu.

Salam literasi

Karawang, 9 Desember 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post