Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Keputusan yang Tepat (Part 1)

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Rina memilih jalannya dengan meninggalkan orang-orang yang dicintainya. Ia tak mau larut dalam kesedihan dan dilema yang berkepanjangan. Keputusannya telah bulat. Ia tak bisa berdamai lagi dengan keadaan yang membuatnya sangat terluka. Ia membuang jauh-jauh kenangan dan kisah di kotanya. Ia sudah tak ingin mengingatnya lagi, meski ini sulit baginya. Ia harus berjuang mati-matian untuk bisa tegar dan pergi sejauh-jauhnya dari semua kenangannya itu.

Hampir satu tahun Rina berada di desa ini. Desa yang awalnya adalah tempat pelarian dari semua kenangannya bersama seorang laki-laki yang dulunya sangat ia cintai. Di desa ini ia merenda kembali puing-puing hatinya yang sudah hancur berkeping-keping. Saat itu ia tak punya pilihan. Ia berjalan mengikuti langkah kakinya untuk pergi meninggalkan keluarga yang dicintainya. Beruntung ia punya sahabat karib yang semasa kuliah dulu berada di desa ini. Bersama sahabatnya itulah ia menata hidupnya kembali.

Di desa ini, Rina mengisi kesehariannya dengan mengajar. Perlahan ia mulai bisa melupakan masa lalunya. Ia mengajar dengan penuh keikhlasan. Menyayangi anak-anak desa yang polos dan lucu membuat ia betah di sini. Anak-anak adalah penawar kesedihannya, obat pelipur lara untuknya. Ia menyayangi mereka dengan setulus hati. Ketulusan hatinya membuat ia banyak dilirik oleh banyak lelaki desa. Termasuk seorang ayah dari muridnya yang bernama Syafni. Syafni si gadis mungil yang murah senyum, sudah ditinggal ibunya sejak bayi. Sang Ayahlah yang mengurusnya dengan telaten sampai sekarang Syafni menjadi gadis kecil yang cantik.

Ayah Syafni atau yang biasa dipanggil Pak Budi setiap pagi mengantar Syafni sampai depan gerbang sekolah. Setiap kali itu pula Rina bertemu dan bertegur sapa dengan Pak Budi. Lelaki yang baik dan penuh tanggung jawab. Rina suka kagum padanya. Ternyata Rina tidak kagum sendirian, Pak Budi pun juga mengagumi Rina secara diam-diam.

Bagaimana kisah selanjutnya? Tunggu besok ya Gurusianer.

Bersambung,

*

Salam literasi

Karawang, 28 Februari 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post