Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Pengorbanan dalam Persahabatan (Part 2)

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Suatu hari satu hal yang tak pernah kuduga disampaikan oleh Bima. Aku tak pernah membayangkan bahwa ternyata Bima menyukaiku. Aku bingung saat itu, namun aku masih bisa untuk membuat suasana menjadi biasa saja. Aku membuat suasana seperti tak pernah terjadi apa-apa. Aku perlu berpikir dulu untuk menjawab keinginan Bima.

Aku tak bisa mengelak saat Bima menagih janjinya tentang jawabanku. Aku bingung, hatiku gunda karena semua ini harus kubicarakan dulu dengan Mira sahabat dekatku. Aku tak ingin Mira mengetahuinya dari orang lain. Aku harus meminta pendapat Mira tentang masalah ini. Mira adalah sahabat terdekatku. Ia harus mengetahui semua ini. Tapi bagaimana harus menjelaskan pada Mira, Ia sudah lebih satu minggu menghindariku. Aku sendiri tak tahu harus melakukan apa agar bisa berterus terang pada Mira.

Siang ini aku sengaja istirahat di kelas. Udara panas membuatku enggan untuk main di luar kelas. Aku asyik membaca buku kesukaanku. Semua mahasiswa sudah istirahat, mereka semua jajan di kantin, termasuk Mira. Aku berharap Mira tetap di dalam bersamaku, namun itu tak terjadi. Aku sendiri dalam kebingungan, kutulis surat kecil untuk Mira untuk menanyakan masalah apa yang membuat ia menghindariku. Aku ingin ia bercerita padaku agar aku tahu kesalahanku. Surat yang kutulis dengan mata yang berkaca-kaca kusimpan dalam tas Mira. Saat aku meletakkan surat itu, tak sengaja kumelihat diari Mira, hatiku tergerak untuk membacanya. Ini tak baik, tapi aku ingin tahu apa yang menyebabkan Mira menghindariku. Mungkin alasannya ada dalam diari ini. Semua ini kulakukan agar persahabatanku dengan Mirna kembali seperti dahulu lagi. Aku cari kata demi kata yang ada hubungannya dengan persahabatan kami. Akhirnya aku menemukannya, aku tahu mengapa mira menghindariku. Mira sangat menghargai persahabtan kami. Dalam diari itu Mira tak mau kehilanganku kalau sekiranya aku menjalin hubungan dengan Bima.

Akhirnya aku tahu jawaban apa yang harus aku berikan pada Bima nantinya. Aku ingin persahabatanku dengan Mira tetap terjalin dengan baik. Aku ingin persahabatan dengan Bima juga tetap baik. Aku mengampil keputusan bahwa aku akan menjadikan Bima dan Mira sahabat terbaikku selamanya. Aku tidak mau kehilangan salah satu dari mereka. Besok aku akan menemui Mira dan Bima untuk menjelaskan semuanya. Aku tersenyum dalam hati. Semoga jawabanku ini menjadikan persahabatan ku abadi selamanya.

*

Salam literasi

Karawang, 12 Februari 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post