Keputusan yang Tepat (Part 2)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Ayah syafni atau yang biasa dipanggil Pak Budi, setiap pagi mengantar Syafni sampai depan gerbang sekolah. Setiap kali itu pula Rina bertegur sapa dengan Pak Budi. Lelaki yang baik dan penuh tanggung jawab, membuat Rina mengagumi sikapnya. Bak pucuk dicinta, ulam pun tiba, ternyata Rina tidak kagum sendirian, Pak Budi pun mengaguminya secara diam-diam. Menurutnya, Rina terlihat sangat keibuan.
Pak Budi yang sudah lama menduda, jatuh hati pada Rina yang keibuan dan ramah dengan anak-anak. Ia yakin Rina bisa menjadi sosok ibu yang baik bagi Syafni. Suatu hari ia memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Rina. Walau sebenarnya ia tidak yakin Rina akan menerimanya, karena ia menyadari statusnya yang seorang duda beranak satu. Namun ia tak akan tahu jawabannya kalau ia tidak mengutarakannya pada Rina.
Sejak Pak Budi mengutarakan niatnya, Rina menjadi tak tenang. Ia bingung harus menjawab apa. Di satu sisi ia juga menyukai Pak Budi dengan kelembutan sikapnya dan penampilannya yang dewasa, di sisi lain ia tak mau pengalaman pahitnya terulang kembali. Pengalaman pahit yang kalau dingat kembali hanya akan membuat dadanya sesak karena sangat menyakitkan. Dulu, ia sengaja membatalkan pernikahannya karena ternyata calon suaminya tidak jujur padanya. Ia ingin menikahi Rina namun juga menikahi wanita pilihan orang tuanya. Rina tak bisa menerima semua itu. Saat itu ia berpikir, lebih baik menikah dengan seorang duda yang jelas-jelas nantinya akan menjadikan ia istri satu-satunya. Ia tak sanggup harus berbagi suami dengan wanita lain. Untuk itulah ia pergi dan kini berada di desa ini.
Rina jadi teringat akan kata-katanya dulu. Ia lebih memilih menikah dengan seorang duda ketimbang dimadu. Saat ini Ia sudah menerima lamaran Pak Budi. Ia berharap ini adalah pilihan yang tepat untuknya. Statusnya saat ini adalah istri dari pak Budi sekaligus ibunya Syafni. Ia menerima dengan tulus lamaran Pak Budi meski beliau seorang duda. Rina berharap semoga Pak Budi adalah pilihan yang terakhir untuknya.
*
Salam literasi
Karawang, 1 maret 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan