Siti Aisyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
AIR MATA SINTA

AIR MATA SINTA

AIR MATA SINTA

#Tantangan menulis hari ke-124

**********

Udara dingin menyelimuti suasana pagi hari itu. Sudah beberapa hari cuaca sangat dingin. Apalagi hujan terus menerus. Matahari seakan malu menampakkan wajahnya. Setelah shalat Subuh memang enaknya menarik selimut lagi. Tapi tidak demikian untuk Sinta. Setiap hari kehidupan dijalani seperti mengalirnya air. Mulai dari bangun pagi, memasak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, hingga hal-hal kecilpun dilakukan sendiri oleh Sinta.

Sinta tetap melakukan semuanya dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Apalagi kalau sudah menghadapi anaknya, Rizki. Ya, Rizki anak lelaki yang sangat disayanginya. Tak bosan Sinta selalu mengingatkan untuk selalu bangun pagi dan tidak tidur lagi saat pagi hari. Tapi permintaannya tak digubrisnya. Terkadang ada rasa malu kepada anaknya untuk memperlakukan seperti itu karena Rizki sekarang bukanlah Rizki yang dulu lagi. Ia kini sudah tumbuh menjadi dewasa. Namun, sifatnya terkadang tidak menunjukkan kedewasaan. Seperti pagi itu Sinta mengetuk pintu kamar Rizki.

“Rizki, ayo bangun! Nanti sekolahmu terlambat. Ayo, bangun!” Tegur Sinta sambil berkali-kali mengetuk kamar.

“Hmm, iya. Ma. ” Ucap Rizki dari dalam kamar.

Hanya itu yang terdengar dari dalam kamar.Tapi yang dipanggil tak kunjung keluar kamar. Kesabaran Sinta menghadapi Rizki setiap hari dirasakannya sendiri. Bahkan, ayah Rizki sudah tak sanggup lagi menegurnya. Berkali-kali Sinta dan suaminya meminta Rizki agar menggunakan waktunya dengan baik dan memintanya untuk tidur tidak terlalu malam. Tapi tak dilakukannya.

Sinta hanya bisa menahan sabar dan selalu mendoakan agar suatu saat anaknya bisa berubah menjadi lebih baik. Bisa menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakan waktu yang ada. Sinta tidak ingin ada penyesalan di kemudian hari. Di setiap doanya Sinta selalu berharap agar Rizki dibukakan hatinya dan menyadari akan perbuatannya yang sudah meyia-nyiakan waktu. Dalam hati kecilnya Sinta berucap “Mama sayang kamu, Nak. Semoga suatu saat kamu menjadi orang yang sukses di dunia dan di akhirat. Tak terasa air mata Sinta pun menetes.

***********

Rumahku

4 Februari 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post