Siti Aisyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MENGINGAT  MASA LALU

MENGINGAT MASA LALU

MENGINGAT MASA LALU

#Tantangan menulis hari ke-143

**********

Di beranda rumahnya Sinta duduk sendiri, ditemani suara gemercik air hujan. Hujan sudah beberapa hari mengguyur kota kelahirannya. Sambil menunggu Rizki, anaknya kesayangannya yang belum kunjung datang. Ia pergi sejak pagi tadi hingga sore hari ini. Sambil menyeruput teh hangat dan pisang goreng buatannya, ingatannya kembali ke masa lalu.

Dua puluh tujuh tahun yang lalu. Saat itu dirinya masih baru lulus kuliah. Kegalauan dari hari ke hari terus menyelimuti dirinya. Semangatnya melamar pekerjaan dijalani dengan sungguh-sungguh. Ia harus mencoba melamar dari satu sekolah ke sekolah lain. Bahkan setiap ada lowongan pekerjaan dari koran ia langsung mencoba menuliskan lamaran tersebut. Sambil menunggu waktu datangnya jawaban dari lamarannya, ia pun mengajar di beberapa bimbingan belajar. Memang ada beberapa jawaban dari lamaran yang diajukan, namun saat itu ia masih ragu kalau tempat yang ditujunya berjarak jauh dari rumahnya. Dengan beberapa pertimbangan akhirnya banyak juga yang tidak diambilnya.

Hari berganti hari. Bulan pun berganti bulan dijalaninya. Pucuk dicita ulam tiba. Kak Lala, kakak iparnya pun datang menawarkannya untuk mengajar

“Sin, mau gak ngajar di sekolah saya? Kebetulan lagi butuh guru. ” Tanya Kak Lala saat berkunjung ke rumahnya.

Tanpa ragu Sinta pun mengiyakan.

“Boleh. Aku coba ya.” Jawab Sinta dengan yakin. Meski ia belum punya pengalaman mengajar tapi tetap dijalaninya.

Hampir setahun ia mengajar di SMP Kejora. Ia menjalani dan mensyukuri apa yang diperolehnya. Pengalaman yang dijalani Sinta selama setahun dalam mengajar di sekolah ini adalah merupakan batu loncatan dan pengalaman yang sangat berharga. Ia benar-benar menjalani dengan semangat. Sambil tetap berdoa agar diberikan tempat mengajar yang benar-benar ia harapkan.

Berawal dari kunjungan Yayi, teman kuliahnya ke rumahnya. Yayi menceritakan bahwa ia baru saja melamar di SMP Kenanga.

“Sin, aku baru saja mencoba melamar ke SMP Kenanga. Wah, bagus banget sekolahnya. Gurunya pun ramah-ramah.” Ujar Yayi saat itu.

“Masa sih? Kalau begitu aku juga mau coba melamar ke sana juga.” Jawab Sinta dengan bersemangat.

“Ya, coba saja, Sin. Namanya juga usaha. Semoga saja diterima.” Ucap Yayi lagi.

“Aamiin. ” Jawab Sinta.

Sinta pun mencoba melamar di SMP Kenanga, sekolah milik yayasan terkenal. Seperti saran Yayi, ia memberanikan diri datang langsung ke SMP Kenanga. Benar apa yang dikatakan Yayi, sekolah yang dikunjunginya adalah sekolah besar dan guru-gurunya pun ramah menyambut kedatangannya.

Menunggu adalah waktu yang sangat panjang. Sinta masih tetap mengajar di SMP Kejora. Tak henti doa dipanjatkannya agar ia bisa diterima di SMP Kenanga, sekolah yang diidam-idamkannya. Saat itu ibu Sinta pun sedang melaksanakan ibadah haji, Sinta mohon doa agar segala keinginannya dikabulkan. Allah maha mendengar segala doa hamba-Nya. Setengah tahun ia menunggu jawaban lamarannya. Akhirnya, Sinta diterima di SMP Kenanga. SMP Kenanga yang membawanya menuju kesuksesan hingga saat ini.

“ Assalamualaikum. ” Terdengar suara Rizki dari balik pintu pagar.

“Wa’alakumussalam.” Jawabnya menyambut kedatangan Rizki.

Lamunan Sinta pun hilang mengingat masa lalunya. Namun, kenangan masa lalunya itu tetap membekas dalam hatinya.

**********

Rumahku

23 Februari 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post