Siti Aisyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

MENGINGAT MASA KECIL

MENGINGAT MASA KECIL

#Tantangan menulis hari ke-177

**********

Masa kecil Santi dirasakan sangat bahagia. Baginya dunia begitu ramai. Kegaduhan dan kebisingin selalu dirasakan di rumahnya setiap hari. Keluarganya adalah keluarga yang selalu ceria. Ia tinggal bersama ibu dan dua adiknya. Ayahnya telah lama meninggal sejak ia masih berusia 7 tahun.

Dari bangun pagi hingga malam kembali selalu terdengar teriakan suara adik-adiknya. Ibunya dengan sabar melihat tingkah laku kami anak-anaknya, hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“Ibu berharap kalian tetap rukun sampai dewasa nanti.” ujar ibu saat melihat kami selalu berkelahi dan memperebutkan sesuatu. Entah apa yang diperebutkan, yang jelas masa kecil bagi Santi sangatlah berkesan.

Waktu pun terus berjalan. Dari hari ke hari. Bulan pun berganti tahun. Tak terasa Santi dan adiknya Sinta dan Dedi semakin hari semakin beranjak dewasa. Rasanya masa kecilnya berlalu begitu cepat. Kenangan masa kecil masih teringat di benaknya. Sebagai anak tertua ia selalu mengalah kepada adik-adiknya. Ia tak pernah mendapat pembelaan dari ibunya saat kedua adiknya jelas-jelas bersalah kepadanya. Kadang ada rasa iri dan sedih.

Tapi kini semua itu hanya menjadi kenangan masa lalu, kenangan masa kecilnya. Saat menginjak remaja pun ia dan adik-adiknya masih saja bertengkar. Namun, tak butuh waktu lama dan berbaikkan kembali. Tertawa lagi dan seperti tak terjadi apa-apa. Itulah pesan ibu agar kami selalu rukun dan selalu dijaga oleh Santi kepada adik-adiknya.

Tak terasa Santi pun sudah berhasil menjadi sarjana. Sementara Sinta kini tinggal bersama budenya di Surabaya. Ia sudah berhasil menempuh pendidikan SMA dan melanjutkan kuliah di sana. Sedangkan Dedi menempuh pendidikan di pondok pesantren di Jombang. Kini hari-hari di rumahnya mulai terasa berbeda. Sepi. Tak seperti dulu lagi. Ia hanya bersama ibunya. Santi menyadari bahwa kini ia yang menjadi tulang punggung keluarganya. Tanggung jawab ibu dan adik-adiknya ada di pundaknya. Ia hanya berharap doa dari ibunya agar bisa menjalani semua ini. Ia rindu dengan masa kecilnya, rindu kebersamaan dengan adik-adiknya. Tak terasa air matanya pun menetes mengenang masa kecilnya yang bahagia.

**********

Rumahku

30 Maret 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post