Siti Aisyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
RINDUKU PADA IBU

RINDUKU PADA IBU

RINDUKU PADA IBU

# Tantangan menulis hari ke-227

**********

Hari ini, Rabu 19 Mei 2021 bertepatan dengan 7 Syawal 1442 H. Mengingat kenangan 5 tahun lalu tak terasa air mata ini menetes. Masih teringat kenangan bersama almarhumah ibu saat itu. Setiap lebaran, sebelum kepergian ibu, kami keluarga besar selalu berkumpul di rumah ibu sebagai rumah induk. Kami kakak beradik bersaudara 9 orang, beserta mantu dan cucu ibu saat itu berkumpul semua. Kebahagiaan Idul Fitri saat itu tidak hanya 2 hari tapi selama 1 minggu kami selalu berkunjung ke rumah ibu. Apalagi adikku sekeluarga dari Surabaya saat itu pun datang ke Jakarta. Rasa bahagia berkumpul bersama seluruh keluarga merupakan momen yang tak boleh terlewati. Kami lewati bersama ibu baik bersilaturrahim ke rumah tetangga, saudara, besan , atau pun sekedar makan bersama. Meskipun ibu sedang sakit, namun tak menyurutkan kebahagian ibu menemani anak dan cucu yang saat itu sedang berkumpul.

Di Tengah Kebahagiaan Ibu Pergi Menghadap-Nya.

Masih teringat dalam benakku, aku mendorong ibu dengan kursi rodanya. Setelah sholat Idul Fitri ketika itu aku dan keluarga mengantarkan ibu ke rumah guru mengajinya KH. Ahmad Junaidi Abdillah. Lc untuk bersilaturrahmi. Selanjutnya hari raya Idul Fitri benar-benar ibu rasakan dengan penuh kebahagiaan dan suka cita. Anak, menantu, dan para cucu ibu semua berkumpul menemani ibu. Kami berkumpul semua malam itu, menikmati hidangan, saling sapa dan bercanda ria. Namun, kebahagiaan dan keceriaan tiba-tiba tak lagi kami rasakan. Saat ibu sedang berkumpul bersama anak, mantu, dan para cucunya, ibu tiba-tiba merasakan sangat sakit di bagian punggungnya. Kami semua kaget dan sangat sedih melihat kondisi ibu yang tiba-tiba seperti ini. Kami baringkan ibu di sofa. Kami menolong ibu bahkan aku sempat memberi ibu minum dengan sendok. Namun, ibu sudah tak sadarkan diri lagi. Ibu segera dibawa ke rumah sakit dan mendapat pertolongan dokter. Namun, ibu sudah tak dapat tertolong lagi. Di bulan Syawal 1437 H duka menyelimuti keluargaku. Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Selasa 7 Syawal 1437 H pukul 22.00 WIB, ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir di RSCM. Tak ada yang tahu kapan usia kita dipanggil Allah. Kami semua ikhlas melepas kepergian ibu yang begitu tenang dan pasrah dalam menyambut malaikat maut. Apalagi saat seluruh keluarga berkumpul. Ibu seakan pamit dengan kami semua.

Ibu, pemilikmu lebih mencintaimu dan lebih menyayangimu. Yang Maha Kuasa telah memanggilmu di hari yang penuh berkah Idul Fitri 1437 H. 7 Syawal 1437 H bertepatan 12 Juli 2016 adalah hari raya Idul Fitri terakhir bersama ibu. Ya Allah, Ya Ilahi Robbi, kalaulah boleh aku meminta, tetaplah ibu selalu berada di sampingku, di samping kami semua. Ibu, dalam sujudku aku selalu berdoa agar Allah memuliakanmu. Maafkan aku yang belum bisa memberikan kebahagiaan. Rasa cinta yang tulus dan ucapan terima kasihku untuk ibu. Doa tulusku selalu kupersembahkan untuk ibu juga untuk bapakku, selalu kumohonkan agar ibu dan bapakku ditempatkan di tempat yang mulia dalam jannah-Mu. sebagai tempat terbaiknya. Doaku juga agar kami semua dikumpulkan kembali dalam jannah-Nya bersama orang-orang soleh dan kedua orang tua kami. Aamiin.

“Robbigfirli waliwaa lidayya warhamhuma kamaa robbayaani tsoghiroo”

**********

Rumahku

19 Mei 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post