Siti Aisyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SEDEKAH UNTUK AYAH

SEDEKAH UNTUK AYAH

SEDEKAH UNTUK AYAH

#Tantangan menulis hari ke-236

********

Hampir sebulan H. Dedy terbaring dalam keadaan koma di rumah sakit. Istrinya sudah wafat hampir 10 tahun yang lalu. Ia tinggal dengan 2 anaknya. Sakit jantung yang dideritanya membuat ia terserang secara tiba-tiba dan harus dirawat secara intensive di rumah sakit. Selama di rumah sakit ia ditunggu oleh 2 anak lelakinya secara bergantian. Irvan, anaknya yang soleh selalu membacakan Al-Quran di samping tempat tidur ayahnya agar ayahnya segera sadar. Sedangkan Doni, kakak Irvan hanya beberapa kali saja menjenguk ayahnya. Memang 2 anaknya mempunyai sifat yang berseberangan. Tak ada manusia yang tahu tentang usia. Begitupun dengan H. Dedy, Allah telah memanggilnya malam itu. Setelah dirawat karena sakit jantung, beliau meninggal dunia dengan tenang dan tanpa menyusahkan kedua anaknya. Irvan dan Dony sangat sedih atas wafat ayahnya.

Wafatnya H. Dedy meninggalkan warisan yang sangat banyak dan warisan itu diberikan kepada kedua anaknya. Dony dan Irvan.

“Wow, rumahku sekarang bagus dan keren. Belum lagi uang warisan dari ayah. Mau dikemanakan uang ini?” ujar Dony dalam hati.

Begitulah sikap Dony. Sedihnya hanya sesaat. Sesudah itu tak ada rasa sedih atau penyesalan. Setelah ayahnya wafat Dony dengan bangganya memamerkan rumah barunya kepada teman-temannya. Sambil berswa foto di depan rumahnya. Kemudian ia pasang di status gawainya. Belum lagi uang yang cukup banyak yang ia miliki sampai-sampai ia bingung mau digunakan untuk apa uangnya. Pilihannya akhirnya ia jadikan uangnya untuk meminjamkan kepada orang-orang di sekitarnya. Pinjaman yang diberikan dengan cara pinjam dan berbunga dan jadilah ia rentenir terkenal di desanya. Lain halnya dengan Irvan. Ia tak berperangai seperti kakaknya. Sifatnya berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Dony. Siang itu ia menelpon Dony untuk segera datang ke suatu tempat.

“Assalamualaikum. Kak, bisa datang ke sini? Aku akan menunjukkan sesuatu ke kakak. Cepat ya, Kak.” ujar Irvan terdengar melalui gawainya.

“Waalaikumussalam. Ada apa sih Van? Sesuatu apa sih? Baik aku ke sana sekarang.” jawab Dony sambil bermalas-malasan. Namun, akhirnya ia berangkat juga menuju alamat yang sudah diberikan oleh Ivan, adiknya.

Bersambung….

**********

Rumahku

28 Mei 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post