Siti Aisyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TAK SAHUR  TAKUT  DISUNTIK VAKSIN

TAK SAHUR TAKUT DISUNTIK VAKSIN

TAK SAHUR TAKUT DISUNTIK VAKSIN

#Tantangan menulis hari ke-212

***********

Selasa , 4 Mei 2021 merupakan jadwal pemberian vaksin ke-2 yang harus kujalani. Saat vaksin ke-1 aku tidak bersama teman-temanku karena aku harus konsultasi dokter terlebih dahulu. Akhirnya saat vaksin ke-1 aku berbarengan dengan warga sekitar yang satu kelurahan dengan sekolahku. Tadi aku sempat bingung karena di info yang tertera di surat hasil vaksin ke-1 tidak tercantum tempat untuk vaksin ke-2. Aku menuju ke SMPN 257, tempat aku memperoleh vaksin ke-1. Setelah sampai di sana ternyata semua sudah dialihkan ke RS. Harapan Bunda. Aku pun menuju ke RS. Harapan Bunda.

Pukul 09.15 sampai di sana antrian sudah cukup banyak. Diawali dengan mengambil nomor antrian. Aku mendapat nomor 79. Wah, pasti sampai siang nih , bathinku. Untung nya aku bertemu dengan teman mengajar dan sempat bertegur sapa untuk menghilangkan rasa bosan menunggu. Setelah mendapat nomor antrian dan mengisi data, tiba saat nya nomorku dipanggil pada pukul 11.30 untuk test tekanan darah. Perlahan aku mengulurkan tangan kiri ke petugas untuk diukur suhu dan tensi darah. Sebenarnya ada rasa takut dan ragu untuk vaksin ke-2 ini dengan kondisi tubuh ini apakah kuat? Karena tadi malam aku terlambat bangun dan tidak sahur. Sempat kukatakan kepada petugas yang mengukur tensi bahwa aku tidak sahur apakah bisa untuk divaksin. Namun, petugas mengatakan dan menguatkanku semoga saja tidak pusing.

Dengan langkah sedikit gemetar aku dipersilakan duduk untuk divaksin. Ada 2 petugas di balik meja. Mereka mempersiapkan alat-alat vaksin, seperti jarum dan botol vaksin. Akhirnya, tanpa melihat jarum tersebut, aku singsingkan baju lengan kiri. Bismillah, semoga aku kuat. Dengan mata terpejam menghadap ke depan kurasakan jarum tajam menusuk lengan. Dengan perintah menarik nafas panjang akhirnya selesai sudah, jarum suntik pun ditarik.

Setelah itu menunggu 30 menit untuk observasi. Rasa yang kutakutkan pun hilang karena aku tak makan sahur. Alhamdulillah, sampai pukul 13.00 aku pun diperbolehkan pulang dengan diberikan surat tanda bukti telah divaksin ke-2. Aku bersyukur dengan puasa ternyata tak membuatku lemas apalagi tidak makan sahur tadi malam. Semoga dengan pemberian vaksin ini memberikan kekebalan terhadap virus dan semakin membuatku sehat. Aamiin.

**********

RUMAHKU

4 MEI 2021.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post