Siti Aisyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SEDEKAH UNTUK AYAH  (13)

SEDEKAH UNTUK AYAH (13)

SEDEKAH UNTUK AYAH (13)

#Tantangan menulis hari ke-248

**********

Betapa kagetnya Dony ketika mengetahui bahwa Mira tidak hamil. Dari hasil pemeriksaan dokter ternyata Mira menderita kanker di rahimnya. Dokter menyarankan agar secepatnya dilakukan tindakan yang serius agar kankernya tidak menyebar ke seluruh tubuh.

“Kanker, Dokter? Jadi apa yang harus saya lakukan, Dok?” tanya Dony kepada dokter.

Dokter menyarankan agar secepatnya dilakukan tindakan operasi. Dony pun bingung sekaligus ragu-ragu. Bagaimana mungkin uang yang sudah dikumpulkan sekian lama harus habis dalam sekejap untuk biaya operasi yang pastinya mahal. Sedangkan Mira selalu sedih menahan rasa sakitnya. Ia pun sebenarnya tidak ingin merepotkan suaminya yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tapi, dalam kesakitannya ia tak tahan menahan penderitaan yang dirasakannya sendiri.

“Bagaimana ini, Mas? Rasanya sakit sekali!” ujar Mira sambil menangis menahan rasa sakit di perutnya.

“Kamu itu ya, pakai sakit segala! Operasi itu kan biayanya mahal. Lama-lama duitku habis hanya untuk operasi kamu! Kalau begitu restorannya akan kujual.” jawab Dony dengan rasa kesalnya.

Mira dalam rasa sakitnya menjawab : “Mas, keterlaluan kamu! Istri sedang sakit seperti ini tega-teganya kamu berkata seperti itu? Masih saja berpikir tentang uang!”

Namun, akhirnya dengan berat hati Dony tetap membayar semua biaya operasi istrinya dari hasil menjual restorannya. Istrinya sempat bertanya apakah uang hasil penjualan restorannya belum cukup untuk biaya operasi dan rumah sakit? Namun, Dony menjawab dengan jawaban yang tidak menyenangkan hati istrinya. Dony mengatakan bahwa gara-gara istrinya sakit, ia telah menguras habis uangnya. Gara-gara kanker di rahimnya ia jadi tidak bisa punya anak. Tentu saja istrinya marah karena semua itu bukan atas kemauannya sendiri. Ia pun ingin sekali punya anak. Dony pun menambahkan bahwa biaya operasi dan rumah sakit itupun masih belum cukup. Ia masih harus menagih hutang kepada orang yang meminjam uang kepadanya. Saat itu juga Dony menagih hutang untuk menambah kekurangan biaya rumah sakit.

“Halo, Pak Noval, besok Bapak lunasi hutang-hutang Bapak berikut bungannya 20%, ya! Awas, jangan bohong lagi! Ingat, kalau Bapak bohong lagi rumah dan harta Bapak akan saya sita semuanya!” ujar Dony dengan marah dan kesal.

Di saat ia menagih hutang rasa emosi yang meledak-ledak membuatnya tiba-tiba jatuh pingsan ke lantai. Istrinya yang melihat kejadian itu segera berteriak memanggil dokter dan suster.

“ Dokter, Dokter. Suster. Suster. Tolong! Tolong! suami saya jatuh. Tolong!” teriak Mira dalam kepanikan.

Suster pun segera datang menolongnya. Dony segera dibawa ke ruang IGD untuk ditangani. Ternyata penyakit jantung Dony kambuh. Ia harus menjalani operasi untuk memasang ring di jantungnya. Operasi berjalan lancar. Namun, dalam keadaan tidak sadar Dony sempat mengigau. Berteriak-teriak ketakutan. Entah apa yang dirasakan.

“Tolong, tolong! Panas, panas! Aduh, panas! Panas! Tolong! Tolong!” serunya dalam teriakan mengigaunya yang sangat kencang.

Sampai akhirnya ia sadar dan membuka matanya perlahan-lahan. Ia meraba semua tangannya. Ternyata ia mimpi. Hanya mimpi dan mimpi itu sangat menyeramkan.

“Ya, Allah, ternyata aku masih hidup. Aku masih hidup.” ujar Dony dengan terbata-bata. Tak terasa ia meneteskan air mata. Menangis mengingat mimpinya yang sangat menyeramkan semalam.

Dony telah sadar kembali setelah dilakukan opererasi. Di saat itu pula Irvan dan istrinya datang menjenguk karena ditelepon oleh Mira. Irvan yang sangat peduli selalu menyempatkan untuk selalu mengingatkan kakaknya.

“Alhamdulillah. Kata dokter tadi operasinya berjalan lancar. Sekarang Kak Dony dan Kak Mira sudah selesai operasinya. Aku doakan semoga setelah ini kalian sehat-sehat terus ya. Penyakit itu adalah salah satu cara Allah menggugurkan dosa-dosa. Aku berharap setelah ini kalian sadar dan meninggalkan pekerjaan sebagai rentenir dan pekerjaan yang merugikan orang lain. Karena pekerjaan itu lebih banyak buruknya daripada manfaatnya.” ujar Irvan kepada kakaknya.

Dony dan Mira hanya diam terpaku memandangi Irvan. Sementara Dony masih mengingat mimpinya yang semalam. Mimpi yang sangat menyeramkan.

“Syukurlah aku masih hidup. Aku pikir tadi aku sudah mati ternyata masih hidup. Mimpi semalam sungguh sangat menyeramkan. Sungguh aku takut banget.” kata Dony dalam hati.

Sebelum pamit pulang Irvan mengingatkan lagi: “Sekarang kalian bisa lihatkan meskipun uang kalian banyak tapi ujian yang datang bertubi-tubi dan uang kalian habis. Maaf, kalau aku bicara seperti ini. Ini kulakukan semata-mata karena aku sayang sama kalian sebagai kakakku. Kalau begitu aku pamit pulang, Kak. Assalamualaikum.”

“Waalaikumussalam.” jawab Dony sambil memandang Irvan menuju pintu. Dony dan Mira tak bisa berkata-kata. Dengan mata berkaca-kaca mereka merenungi apa yang dikatakan Irvan tadi.

Bersambung….

**********

Rumahku

9 Juni 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post