Siti Aisyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SEDEKAH UNTUK AYAH  (15)

SEDEKAH UNTUK AYAH (15)

SEDEKAH UNTUK AYAH (15)

#Tantangan menulis hari ke-250

**********

Suara adzan Subuh berkumandang tanda mulainya waktu sholat. Irvan melantunkannya dengan suara yang merdu dan syahdu. Banyak jamaah yang hadir untuk sholat berjamaah di masjid. Usai sholat Subuh Irvan mendekati Dony lagi. Ia bersyukur bahwa kakaknya telah bertobat dan berjanji akan meninggalkan pekerjaannya sebagai rentenir.

“Kak, aku senang dan bersyukur kalian sudah berubah dan sudah bertobat.” ujar Irvan dengan mata berkaca-kaca.

Dony pun tak kuat menahan rasa haru. Rasanya beban berat yang menghimpit selama ini menjadi ringan.

“Semua ini berkat kamu Irvan. Aku selama ini banyak dosa. Aku selalu menghina dan meremehkanmu. Aku dan istriku sudah bertobat. Selama ini kami telah banyak makan uang yang haram. Aku minta maaf, Irvan. Aku banyak salah padamu.” ujar Dony dengan air mata yang membanjir di pipinya.

“ Tidak perlu meminta maaf kepadaku, Kak. Mintalah maaf kepada Allah. Semoga Allah mengampuni dan menerima tobat kalian. Mintalah ampun kepada Allah karena kalian telah salah menggunakan harta warisan kedua orangtua kita. “ ujar Irvan lagi.

Mira pun mendekati Irvan dan meminta maaf kepada Irvan. Ia sebagai kakak iparnya selalu mempengaruhi Dony untuk tidak mendengarkan nasihat Irvan.

“Kak Mira, Kak Dony. Aku tidak pernah merasa memarahi apalagi benci kepada kalian. Ketika aku sering mengingatkan kalian, itu tandanya aku sayang kepada kalian.” ujar Irvan lagi.

Hari-hari selanjutnya Dony dan istrinya pun sering berjamaah dan mengikuti kajian di masjid. Kehidupan Irvan pun semakin banyak kemajuan. Ia bersyukur mempunyai keluarga yang utuh dengan putrinya yang semakin tumbuh sehat. Annisa istrinya yang solehah selalu memberikan motivasi kepada suaminya untuk terus berusaha mencari nafkah dengan jalan yang halal. Masjidnya pun sudah rampung. Kini ia bersyukur apa yang diusahakan selama ini membuahkan hasil.

Hari berganti bulan. Irvan terperangah melihat suasana masjidnya dengan hamparan karpet yang indah. Tumpukan sajadah baru dan perangkat sholat baru pun ada di sudut meja.

“Masya Allah. Siapa yang sudah memberikan semua ini?” seru Irvan kepada istrinya yang juga akan sholat berjamaah di masjid.

Satu persatu jamaah berdatangan, Tak ketinggalan Dony dan Mira pun ikut hadir berjamah di masjid. Dony pun mendekati Irvan dan mengatakan bahwa ia yang sudah memberikan karpet dan perangkat sholat untuk masjid. Dony pun mengatakan bahwa ia telah menjual rumahnya dan telah membeli rumah kecil dan sederhana. Sisa uangnya digunakan untuk menyempurnakan dan melengkapi keperluan masjid.

“Masya Allah. Alhamdulillah. Semoga rezekinya tambah berkah ya, Kak. Ayah dan ibu kita pasti senang bahwa kita telah melaksanakan amanatnya, membangun masjid ini sebagai sedekah jariah untuk kedua orangtua kita. Kita juga sudah melaksanakan pesan beliau untuk hidup rukun sebagai keluarga.” ujar Irvan lagi.

Keduanya pun berpelukan. Menangis bahagia dan penuh keharuan. Dony dan Mira serta Irvan, Annisa serta putrinya Nurul. Kini mereka menjadi kelurga yang rukun yang selalu mendoakan orang tuanya dan menjaga amanatnya untuk memakmurkan masjidnya sebagai sedekah kedua orang tuanya. Terlebih ayahnya yang sudah memberikan warisan untuk anak-anaknya.

TAMAT

**********

Rumahku

11 Juni 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post