SEDEKAH UNTUK AYAH (5)
SEDEKAH UNTUK AYAH (5)
#Tantangan menulis hari ke-240
**********
Sebagai guru mengaji tentunya keuangan Irvan tidak sebanyak orang yang mempunyai pekerjaan tetap seperti karyawan. Namun, dengan niat yang kuat untuk membangun masjid serta kegigihannya, ia berhasil menabung sedikit demi sedikit untuk pembangunan masjidnya. Irvan baru saja membeli membeli beberapa sak semen dan diletakkan di sudut pintu masjid.
“Alhamdulillah. Allah Maha Pemurah dan Maha Baik. Meskipun pembangunan masjid ini sempat tertunda, sekarang bisa dimulai lagi.” ujarnya dalam hati sambil memandangi tumpukan semennya.
Ia mencoba menghubungi Bang Rafli sebagai penanggung jawab pembangunan masjidnya.
“Bang, saya baru saja membeli beberapa sak semen. Besok tolong dilanjutkan kembali pembangunan masjidnya ya.” ujar Irvan kepada Bang Rafli.
“Baik, Mas Irvan. Saya besok akan ke sana dan melanjutkan lagi pembangunannya.” jawab Bang Rafli dari kejauhan.
Namun, di sisi lain niat buruk Dony pun mulai dilancarkan. Ia tahu kalau Irvan baru saja membeli semen. Dengan mengendap-endap ia mulai beraksi. Malam hari ia dan beberapa anak buahnya melaksanakan niat buruknya dengan mencuri semen yang tertumpuk di sudut pintu masjid. Ada sekitar 10 sak semen yang dicurinya.
“Irvan, sekarang pasti kamu panik karena semen-semenmu hilang. Makanya jangan melarang-larang orang untuk meminjam uang padaku!” seru Dony kepada anak buahnya dengan sengit.
“Betul banget, Bos. Pasti besok dia bingung. Ha..ha..ha.” seru anak buahnya secara serempak, menimpali ujaran Dony.
Esoknya ketika Bang Rafli datang ke masjid, ia melihat tidak ada tumpukan semen.
“Loh, katanya mau melanjutkan pembangunan masjid. Mana semennya?” ujarnya dalam hati.
Ia pun segera menelepon Irvan dan mengabarkan bahwa semennya tidak ada. Irvan pun segera datang ke masjid dan melihat keadaan yang sebenarnya. Benar saja semen yang baru saja dibeli ternyata tidak ada. Padahal ia ingat betul semen-semennya ditumpuk di sudut pintu.
“Mas Irvan, katanya sudah membeli semen. Kemana semen-semennya yang sudah dibeli kemarin?” tanya Bang Rafli.
“Astagfirullahal’adziim. Kemana ya? Padahal saya ingat betul semen-semennya ditumpuk di sudut pintu ini. “ jawab Irvan sambil menunjuk ke arah papan bekas tumpukan semen di sudut pintu.
Kira-kira siapa yang mencuri ya Mas?” tanya Bang Rafli lagi.
“Wah, kalau itu saya tidak mau bersuudzon. Mungkin pencurinya butuh uang untuk menghidupi keluarganya. Kita doakan saja semoga ia cepat sadar.” lanjut Irvan lagi.
“Masya Allah, Mas Irvan ini memang orang baik. Orang yang sudah mencuri saja masih tetap didoakan.” ujar Bang Rafli.
“Terus sekarang bagaimana, Mas?“ tanya Bang Rafli lagi.
“Ya sudah sekarang dibereskan yang lainnya saja.” jawab Irvan sambil menuju ke tempat wudhu.
Suara adzan Zuhur pun berkumandang tanda sudah masuk waktu sholat Zuhur.
Bersambung….
**********
Rumahku
1 Juni 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
