SEDEKAH UNTUK AYAH (6)
SEDEKAH UNTUK AYAH (6)
#Tantangan menulis hari ke-241
**********
Siang hari di saat orang sedang melaksanakan shalat Zuhur di masjid, Dony dengan sombongnya mengendarai motornya yang baru.
“Ha..ha..ha...Lumayan keuntungan dari pinjam meminjam uang bisa untuk membeli motor baru.” ujarnya dengan gaya sombongnya.
Ia bangga karena sudah bisa membeli motor baru dari keuntungan sebagai rentenir. Saat ia melaju dengan kecepatan tinggi tiba-tiba ia menabrak seorang wanita sampai terjatuh. Dengan cepat Dony menghentikan laju motornya dan segera menolong wanita tersebut.
“ Oh, aduh! Kakiku sakit sekali.” ujar wanita itu sambil menahan sakit.
“Oh, maaf, maaf saya tadi terlalu kencang mengendari motornya. Mari saya bantu untuk saya obati.” ajaknya kepada wanita itu.
Wanita itu pun diajak oleh Dony ke rumahnya untuk diobati.
“Maaf ya Mba, tadi saya tidak sengaja menabrak Mba. Oh, kenalkan, saya Dony.” ujar Dony memulai percakapannya sambil memperkenalkan diri dan mengobati luka kaki wanita itu.
“Saya Mira, saya tinggal di desa Kenanga. Oh ya, ngomong-ngomong kok rumahmu sepi sekali. Kemana orang tuamu. Apakah tidak ada yang marah saya berada di sini? Istrimu mungkin.” jawab Mira sambil memperkenalkan diri.
“Orang tuaku sudah meninggal. Tenang saja. Saya di sini tinggal sendiri karena saya belum punya istri.” lanjut Dony lagi.
Sejak pertemuan pertamanya dengan Mira akhirnya hubungan keduanya pun tambah erat. Dony dan Mira saling mencintai dan akhirnya keduanya pun menikah serta tinggal di rumah Dony. Irvan senang melihat kakaknya sudah menikah. Ia berharap semoga kakaknya tidak lagi bekerja sebagai rentenir.
“Selamat ya Mas Dony atas pernikahan kalian.”ujar Irvan kepada kakaknya dan Mira.
Tak berselang lama dengan kakaknya. Irvan pun akhirnya menikah dengan Annisa, guru mengaji di masjidnya. Beberapa bulan sesudah menikah, Annisa pun hamil. Irvan dengan penuh perhatian kepada istrinya selalu mengingatkan agar istrinya jangan terlalu lelah karena ia sedang hamil. Irvan sangat bersyukur ia memiliki istri yang cantik lagi solehah.
Di tengah keterbatasannya Irvan tetap semangat merampungkan pembangunan masjidnya yang hanya tinggal beberapa bagian saja. Di depan istrinya ia memecahkan celengan untuk membeli bahan-bahan keperluan masjidnya. Alhamdulillah, uang yang didapat dari hasil menabung di celengan sangat banyak. Irvan berniat memesan beberapa lembar kaca jendela untuk masjidnya.
Siang itu ia ke toko material dan memesan beberapa lembar kaca jendela. Setelah dipesan ia meletakkan kaca jendela tersebut di bagian dalam masjid.
“Alhamdulillah, tinggal pasang kaca jendela maka selesai sudah pembangunan masjid ini. Terima kasih ya Allah. Engkau Maha Baik. Akhirnya selesai juga masjid ini.” ucapnya dengan penuh rasa syukur.
Irvan pun segera menelepon Bang Rafli untuk memasang kaca jendelanya besok.
“Assalamualaikum, Bang Rafli. Bang, kaca jendela sudah saya pesan dan sudah ada di dalam masjid. Besok bisa tolong di pasang ya, Bang!” pinta Irvan kepada Bang Rafli.
“Waalakumussalam. Baik, Mas Irvan. Saya besok akan datang ke sana untuk memasang kaca jendelanya.” jawab Bang Rafli dari kejauhan.
Namun, betapa kagetnya keesokan harinya setelah Bang Rafli dan Irvan datang ke masjid. Ternyata kaca jendela yang baru saja dibelinya hancur berantakan.
“Siapakah gerangan yang sudah tega memecahkan kaca-kaca ini?” ujar Irvan dengan sedih setelah melihat kondisi kaca-kaca jendelanya hancur berantakan.
Bersambung….
**********
Rumahku
2 Juni 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
