Siti Aisyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SEDEKAH UNTUK AYAH  (7)

SEDEKAH UNTUK AYAH (7)

SEDEKAH UNTUK AYAH (7)

#Tantangan menulis hari ke-242

**********

Selalu saja ada cara Dony untuk berbuat tidak baik kepada Irvan. Entah terbuat dari apa hatinya. Irvan sudah berusaha sekuat tenaga untuk membangun masjid dengan menabung sedikit demi sedikit. Ternyata Dony dan anak buahnya yang sudah memecahkan lembaran kaca jendela masjid. Irvan baru mengetahui dari beberapa tetangga yang melaporkan kepadanya bahwa mereka melihat Dony dan anak buahnya datang ke masjid pada tengah malam. Mereka tidak ada yang berani melapor karena takut akan ancaman Dony.

Saat Irvan baru melihat lembaran kacanya pecah, Bang Rafli pun sudah mengusulkan untuk lapor kepada pak RT namun Irvan tidak bersedia. Ia sudah rela dan ikhlas terhadap apa yang sudah terjadi.

“Mas Irvan, kenapa kaca-kaca ini pecah dan hancur berantakan. Bagaimana ini?” tanya Bang Rafli saat itu.

“Maaf Mas Irvan, apakah Mas punya musuh? Atau saingan Mas? Atau kita lapor saja ke Pak RT, Mas.” lanjut Bang Rafli lagi saat itu.

Irvan hanya menggeleng dengan usulan dan pertanyaan Bang Rafli.

“Gak Bang, saya gak punya musuh. Apalagi saingan. Gak usah juga lapor Pak RT juga. Biarlah semua sudah terjadi. Insya Allah nanti Allah yang akan mengganti dengan rezeki yang lebih.” jawab Irvan saat itu.

Irvan pun masih harus bersabar untuk menyelesaikan masjidnya. Ia harus kerja keras lagi untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk ditabung.

Sementara Dony dengan aksinya yang semakin hari semakin lupa dengan berbuat kebaikkan. Ada saja akal liciknya untuk mendapatkan uang dengan cara tidak halal. Padahal saat baru saja melangsungkan pernikahan, Irvan sudah mengingatkan kakaknya.

“Selamat ya Kak, sekarang kakak sudah menikah, sebaiknya kakak berhenti dari pekerjaan kakak sebagai rentenir. Apalagi kakak sudah menikah. Apa kakak mau anak dan istrinya nanti dikasih uang haram?” ujar Irvan saat itu.

Namun, Irvan yang keras hatinya tidak terima diingatkan oleh Irvan.

“Hey, Irvan kamu gak usah sok-sokan nasihati aku segala! Sekarang lebih baik kamu urus rumah tanggamu sendiri. Pakai bangun masjid segala. Memang kamu sudah kaya?” jawab Dony kepada Irvan.

Irvan masih ingat betul saat itu, hatinya sangat sedih diperlakukan seperti itu. Namun, ia tak boleh berputus asa untuk mengingatkan kakaknya. Sambil terus berdoa seraya berucap.

“Astagfirullahaladziim. Ya Allah berikan hidayah dan lembutkan hati kakakku.” doanya dalam hati.

Bersambung….

**********

Rumahku

3 Juni 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post