SEDEKAH UNTUK AYAH (8)
SEDEKAH UNTUK AYAH (8)
#Tantangan menulis hari ke-243
**********
Pagi hari Dony sarapan dengan istrinya. Masakan Mira memang sangat lezat hingga Dony memujinya.
“Hmm, enak sekali masakanmu. Beruntung sekali aku punya istri kamu. Jadi gak perlu ke restoran untuk makan enak.” ujar Dony kepada Mira.
“Masa sih, Mas. Syukurlah kalau masakanku memang enak.” jawab Mira menimpali ujaran Dony.
“Oh, ya Mas, boleh gak aku dibuatkan restoran supaya aku bisa mengembangkan hasil masakanku dan aku bisa cari uang sendiri. Hitung-hitung nanti duit Mas jadi tambah banyak. Ya kan, Mas?” ujar Mira lagi.
“Oh, ya. Benar sekali itu. Oke, nanti aku akan cari tempat untuk usaha restoranmu dan uangku akan bertambah banyak.” jawab Dony dengan senangnya.
Daripada kamu menghabiskan uangku tak jelas. Hanya untuk shoping dan arisan. Lebih baik kamu bantu cari uang juga. Itulah ucapan dari dalam hati Dony yang sebenarnya. Yang ada di pikirannya hanyalah uang, uang, dan uang. Entah sampai kapan. Begitu juga dengan Mira ternyata niatnya membuka restoran hanya untuk bergaya saja agar ia merasa punya keahlian. Restorannya kurang diminati orang. Mungkin karena masalah rasa atau harga yang terlalu mahal. Namun, bukan Dony namanya kalau usahanya gagal. Ada saja akal liciknya untuk mendapatkan uang dengan berbagai cara. Kali ini usahanya mengajak para pelanggannya dan orang-orang sekitar untuk bersedekah kepadanya. Dengan cara membeli makanannya dengan harga yang sudah ditentukan oleh Mira namanya “Sedekah Paket Hemat” yang nantinya sedekah makanan tersebut akan dibagikan langsung kepada panti asuhan dan orang-orang tidak mampu. Tentu saja banyak orang yang tertarik untuk memberikan sumbangannya. Tapi ternyata dibalik itu semua, Dony dan Mira punya rencana yang sudah diperhitungkan. Mereka mengambil keuntungan dari orang-orang yang bersedekah dengan cara memberikan paket makanan seadanya, tentunya dengan harga yang lebih murah dan sisa uang yang separuhnya diambilnya.
Irvan bersyukur ketika melihat Dony dan istrinya sedang membagikan paket makanan kepada orang-orang tidak mampu yang ada di pinggir jalan.
“Alhamdulillah, Dony dan Mira sudah berubah.” ujarnya saat itu.
Sore itu Irvan sengaja mampir ke rumah Dony. Ia berniat akan memberikan sedekah juga. Namun, tak sengaja ia mendengar percakapan Dony dan Mira yang sedang membicarakan keuntungan dari paket makanan yang diberikan.
“Mas, lihat uang kita banyak sekali.” kata Mira dengan senangnya kepada Dony.
“Ya, kalau begitu besok kita ajak lagi mereka. Uang kita pun akan semakin banyak.” jawab Dony.
Irvan yang sudah sejak tadi mendengar pecakapan kedua kakaknya, langsung membatalkan niatnya. Sambil tak henti-hentinya ia menasihati Dony dan Mira.
“Astagfirullahaladziim. Aku sudah mendengar percakapan kalian berdua. Jadi ini yang dilakukan kalian berdua? Kak, tolong berhenti menipu orang-orang dengan cara seperti ini. Apalagi mengatasnamakan sedekah. Sedekah ya sedekah. Sedekah itu berapa saja dan seikhlasnya. Bukan dengan cara seperti ini! Kalian berdua mengambil keuntungan dari dengan cara mengambil hak orang. Apakah kalian tidak takut dengan murka Allah?” tak bosan-bosannya Irvan mengingatkan kakaknya.
“Ah, kamu lagi Irvan. Mau apa kamu ke sini? Lebih baik kamu urus diri kamu sendiri.” lagi-lagi Dony tidak terima diingatkan oleh Irvan dan mengusir Irvan keluar dari rumahnya.
Irvan pun pulang dan tak jadi memberikan sedekah kepada Dony dan Mira.
Sebelum subuh, pukul 04.00 Irvan sudah berada di masjid. Ia sholat dan memohon doa untuk kedua orang tuanya juga untuk kakaknya, Dony.
“Ya Allah, hamba mohon kepada-Mu ampunilah dosa-dosa hamba juga kedua orangtua hamba. Kasihani dan muliakan kedua orang tua hamba di tempat terbaik-Mu. Ya, Allah bukakanlah hidayah untuk kakak hamba agar disadarkan dari rentenir, agar kedua orangtua hamba tenang di sisi-Mu.” pinta Irvan dalam doanya.
Tak sadar Irvan menangis, sedih mengingat kakaknya yang belum juga sadar akan perbuatannya.
Bersambung….
**********
Rumahku
4 Juni 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
