KENANGAN DUKA MASA LALU
KENANGAN DUKA MASA LALU
**********
Masih teringat di benak Shinta saat menjalani kehidupan masa lalunya. Banyak kenangan yang tak mungkin dilupakan. Baik suka dan duka semua terkadang hadir dalam sekejap. Perjalanan hidupnya yang sekarang bukanlah datang begitu saja. Tapi melalui proses yang cukup panjang.
Setelah Shinta mengajar di SMP Kenanga di sebuah kota kecil kelahirannya, kehidupannya semakin hari semakin membaik. Apapun selalu disyukurinya. Anaknya yang masih duduk di sekolah dasar selalu mengikuti irama hidupnya. Bangun pagi, sholat Subuh, sarapan pagi, lalu berangkat ke sekolah bersama dan pulang pun bersama.
Rumahnya yang cukup jauh sekitar 30 km dari tempat mengajar tak menghalanginya untuk tetap semangat menjalani hari-hari bersama Rizki, anak tercintanya.
Pagi itu seperti hari-hari sebelumnya, setelah sholat Subuh dan sarapan pagi, suaminya dengan setia selalu mengantar mereka berdua ke sekolah Rizki kemudian ke SMP Kenanga tempat Shinta mengajar. Namun, baru saja beberapa meter mereka keluar rumah tiba-tiba saja motor yang dikendarainya tersenggol dengan motor yang melaju dengan kencang dari arah yang berlawanan.
“Astagfirullahaladziim.” ucap Shinta melihat Rizki tergeletak tak sadarkan diri.
“Ya, Allah. Tolonglah anakku. Aku takut terjadi apa-apa dengan anakku.” ucapnya lagi.
“Sudah. Jangan menangis. Berdoa saja semoga anak kita tidak mengalami hal yang tidak kita inginkan. Anak kita akan baik-baik saja. Namanya saja musibah. Kita pasrahkan kepada Allah, ya.” ucap ayah Rizki menenangkanku.
Untung saja banyak orang sekitar yang menolongnya dan segera membawanya ke RS terdekat. Begitu pula dengan pengemudi yang menyenggol tadi juga ikut dilarikan ke RS. Shinta pun mengalami luka yang cukup banyak namun tak dirasakannya. Pikirannya hanya teringat kepada anaknya. Ia tak dapat berkata apa-apa kecuali hanya berdoa agar Rizki cepat ditangani dan bisa kembali pulih. Hari-hari selanjutnya Shinta menemani anaknya di RS. Ia dan suaminya berharap tidak terjadi sesuatu yang membahayakan nantinya karena terjatuh dan tak sadarkan diri.
Kini, kenangan itu sudah berlalu. Kenangan yang membuatnya semakin ia takut dan selalu mengingatkan suaminya agar berhati-hati dalam berkendara. Di balik itu semua Shinta pun selalu bersyukur Rizki semakin tumbuh dewasa dan sehat. Ia berharap kehidupannya selalu diberikan kemudahan dan perlindungan dari Allah serta semakin diberikan keberkahan.
**********
#Tantangan menulis hari ke-358
Rumahku
27 September 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
