Siti Aisyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TERNYATA JODOHKU CANTIK

TERNYATA JODOHKU CANTIK

TERNYATA JODOHKU CANTIK

*********

Rasa gundah gulana, kecewa, bingung, kalut, dan entah apalagi semua perasaan berkecamuk bercampur aduk dalam benak Dedi. Pasalnya ia sudah bingung memikirkan siapa jodohnya. Usianya yang sudah tidak muda lagi dan sudah berkepala tiga bahkan lebih, sampai saat ini ia belum mempunyai jodoh. Padahal kehidupannya bisa dikatakan sudah mapan. Sebagai pekerja yang ulet dan anak rantau bisa dikatakan kehidupannya sudah lebih dari cukup. Rumah dan kendaraan roda empat sudah dimilikinya. Ia merasa bosan mulai kenalan dengan beberapa teman wanita tapi tak ada yang cocok. Bahkan sempat dekat dengan seorang wanita yang ia sayangi pernah juga hadir dalam hidunya. Namun, jodoh belum berpihak padanya. Cintanya selalu kandas di tengah jalan.

Ia kini hanya pasrah dan tak ingin dekat-dekat lagi dengan seorang wanita. Hatinya sudah lelah memikirkan siapa jodohnya. Di tengah kegalauan hatinya ia bertemu dengan Rizky, sahabat lamanya. Tanpa sengaja Rizky mengajaknya untuk mengikuti kajian-kajian agama dengan tujuan agar hatinya tidak galau terus menerus. Setelah beberapa bulan Dedi mengikuti kajian agama ada yang berubah pada dirinya. Kini ia semakin pasrah, tawakal, dan tak lagi memikirkan siapa yang akan menjadi jodohnya kelak. Ia kini semakin mendekatkan diri kepada Allah, memohon diberikan jodoh yang terbaik bagi dirinya. Ia pun kini lebih tenang dan lebih banyak melakukan ibadah dengan khusyuk. Dalam hatinya terbesit pasti Allah sudah memberikan jodoh yang terbaik untuk dirinya.

Di tengah kepasrahan hatinya, tiba-tiba ibunya meneleponnya untuk pulang kampung. Rasa rindu kepada ibunya, tentu saja membuatnya segera pulang kampung. Betapa kagetnya ia melihat di rumah ibunya sudah terpasang tenda dengan rapi dan sepasang janur kuning di halaman rumahnya. Biasanya saat ada keponakan atau sepupunya yang ingin menikah ia selalu dikabarkan terlebih dahulu. Namun, mengapa sekarang tidak, tanyanya dalam hati. Rasa penasaran pun berkecamuk dalam hatinya. Ia pun bertanya kepada kakaknya.

“Mas, siapa yang akan menikah?”

“ Ya, kamu lah. Masa aku.” jawab kakaknya sambil tertawa.

Dedi pun semakin dibuatnya bingung. Bagaimana mungkin ia menikah dengan seorang yang belum dikenalnya. Menikah bukan seperti membeli kucing dalam karung. Namun, hati kecilnya dikuatkan. Tak mungkin ibunya memilihkan jodoh yang tak baik untuknya. Ia yakin akan pilihan ibunya. Mungkin ini jawaban atas doanya selama ini. Sampai menjelang akad nikah, ia sudah memantapkan dirinya. Betapa terkejutnya ketika ia melihat jodohnya adalah Shinta, teman mainnya saat kecil dulu di kampungnya. Sekarang ia tambah mantap melangsungkan akad nikah. Ternyata jodohku cantik sekali. Rasa syukur terus terucap dari lubuk hatinya karena Allah telah memberikan jodoh yang tebaik untuk dirinya.

**********

#Tantangan menulis hari ke-333

Rumahku

2 September 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post