Siti Aisyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
CERITA RIZKI

CERITA RIZKI

CERITA RIZKI

**********

Hujan yang mengguyur dan mambasahi bumi siang itu membuat suasana hati Shinta galau dan bingung tak karuan. Tentu saja hal ini dirasakannya karena sejak pagi pesan melalui wathsapp yang dikirimkan kepada Rizki tak dibalas. Bahkan panggilan teleponnya pun tak diangkatnya. Untungnya Shinta punya nomor handphone sahabat dekat Rizki. Shinta pun segera menghubunginya dan ia pun tahu kalau Rizki ada di rumah Nauval, sahabatnya.

Sesudah shalat Asar kemarin Rizki izin pamit untuk mengikuti kegiatan ibadah shalat Tahajud bersama di Masjid Agung Ar Rahman, wilayah yang cukup jauh dari rumahnya. Awalnya Shinta ragu untuk memberikan izin karena wilayahnya cukup jauh dan ia sudah lama tak mengendarai motor dengan jarak tempuh sekitar 35 km. Namun Rizki memberikan alasan bahwa ia akan selalu berhati-hati di jalan. Akhirnya Shinta pun mengizinkannya.

Sore menjelang azan Magrib Rizki baru saja tiba di rumah.

“Assalamualaikum.”

Terdengar ucapan salam dari luar. Dengan segera Shinta pun menjawab salam.

” Waalaikumussalam. Alhamdulillah, kamu sudah sampai di rumah dengan selamat, Nak.” ucap Shinta dengan wajah berseri-seri melihat kedatangan anaknya.

Sengaja Shinta tak banyak bertanya agar Rizki dapat beristirahat lebih dulu. Setelah beristirahat sejenak, Rizki pun bercerita tentang kegiatan tadi malam dan kenapa pesan ibunya tak dibalas serta teleponnya tak diangkat, itu semua karena handphone miliknya tiba-tiba mati total, tak bisa dihidupkan kembali.

“Ini, Bu handphone ku. Makanya aku minta ibu membelikanku lagi dengan handphone yang baru agar ibu gak bingung lagi menghubungiku.” ujar Rizki sambil merayu ibunya.

Shinta pun hanya tersenyum mendengar rayuan anaknya.

“Baik, Rizki anak kesayangan ibu. Ibu akan segera membelikanmu handphone baru. Tapi dengan syarat ya. Kamu harus rajin melaksanakan ibadah shalat Tahajud seperti yang kamu ikuti tadi malam, jangan terlambat bangun, dan selalu giat belajar. ” ucap Shinta dengan penuh kesungguhan.

Dengan berat namun penuh keyakinan, Rizki pun menyanggupi persyaratan itu demi sebuah handphone baru.

“Yang perlu diingat, melaksanakan ibadah itu bukan karena ingin sesuatu. Tapi niatkan dalam hatimu bahwa ibadah itu dilakukan dengan senang hati dan karena mengharap ridho Allah.” ujar Shinta lagi.

“Baik, Bu. Insya Allah aku berjanji akan lebih rajin lagi beribadah dan bersungguh-sungguh dalam belajar.” jawab Rizki.

Kini, Rizki benar-benar menepati janjinya dengan rajin beribadah dan belajar dengan sungguh-sungguh. Ia menyadari kelalaiannya selama ini dan akan akan memperbaiki hal yang kurang baik dalam dirinya.

Malam semakin larut, Rizki pun tertidur dengan pulasnya karena kelelahan. Terdengar suara dari dalam kamar tidurnya.

“Terima kasih, Bu. Sekarang aku punya handphone baru.”

Shinta pun segera menengok ke dalam kamar, ternyata Rizki mengingau. Shinta menggeleng-gelengkan kepalanya dan berjanji besok ia akan segera membelikan handphone baru untuk Rizki.

********

Rumahku

31 Oktober 2021

#Tantangan menulis hari ke-391

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post