DOA IBU SELALU KURINDUKAN
********
Mengingat tentang ibu rasanya tangan ini lelah dan tak kuat lagi menulisnya. Semua yang ada dalam diri ibu baik kata-kata apalagi doa-doa ibu semua berkesan bagiku. Narasi tentangmu selalu menari-nari bersama buih di lautan, menghempas lembut di bebatuan karang. Tak perlu pena dan kertas lagi untuk bercerita. Narasi itu sudah memaksaku keluar dan menceritakan segalanya. Menceritakan dari pikiranku dan dari sanubariku.
Sering kali begitu banyak peristiwa hadir dalam hidupku. Saat-saat indah bersama ibu yang selalu mendampingiku. Ibu selalu mengajariku untuk mengerti betapa berat kehidupan yang harus dijalani. Sering juga berbagai pertanyaan muncul dalam dalam hatiku. Bagaimana ibu bisa? Bagaimana ibu sanggup? Bagaimana ibu bisa melewati segalanya? Dengan segala usaha, tenaga, dan pikiran. Bahkan jiwa dan raganya mengikhlaskan semuanya demi kami anak-anakmu. Ibu berikan rasa kasih sayang yang tulus untuk anak- anakmu. Dengan cinta dan keikhlasanmu mampu menghantarkan aku dan juga anak-anakmu menjadi seperti saat ini.
Kerutan di wajahmu pun banyak bercerita ketika ibu pulas dalam tidur. Rasanya ingin sekali aku membuatmu terus ceria. Tapi aku belum mampu dan dan takkan mampu menjadikan diriku seperti dirimu. Terkadang aku berpikir apakah aku mampu sepeti ibu? Ibu, akulah pendengar setiamu. Pendengar cerita-ceritamu yang sarat akan nasihat dan doa. Aku dengarkan ketika ibu bercerita, kadang ibu begitu terluka bahkan sangat terluka akan sikap dan kata-kataku dan juga anak-anakmu. Aku terdiam. Aku sedih. Tak terasa air mataku menetes mendengarnya ketika hatimu terluka. Ibu, maafkan segala salahku. Aku pun juga mendengar sering kali ibu merindukan ayah untuk sekedar bercerita menumpahkan segala gundah di hati. Seandainya sosok ayah masih ada tentu tak kan seberat ini pikiranmu. Tentu ibu masih bisa tersenyum di sampingnya. Aku juga merasakan sebenarnya ibu lelah akan semuanya. Namun, tak ditampakkan di hadapan anak-anakmu. Aku bergeming. Tak bisa berkata apa-apa.
Ibu, kerutan di wajahmu pun berkata bahwa cintamu, kasih sayangmu, kelembutanmu bahkan lebih luas dari samudra ataupun seisi dunia. Tak bosan-bosannya kau persembahkan untukku juga untuk anak-anakmu. Bahkan doamu tak henti-hentinya setiap saat kau hadirkan untukku dan anak-anakmu. Tak jarang di saat aku terlelap tidur di gelapnya malam ibu begitu asyik bangun malam untuk menengadahkan tangan ke hadirat Ilahi Robbi. Mengharap ridho-Nya untuk kebahagiaan anak-anakmu. Kali ini aku tersenyum bahagia dan berakhir dengan membasahi pipiku sendiri dengan butiran-butiran air yang menetes tak terasa. Namun, semua itu hanya tinggal kenangan yang selalu menari-nari di pelupuk mataku. Semua itu hanya tersimpan di hati dan sanubariku.
Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa 7 Syawal 1438 H, ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir. Kami semua ikhlas melepas kepergian ibu yang begitu tenang dan pasrah dalam menyambut malaikat maut. Ibu, pemilikmu lebih mencintaimu dan lebih menyayangimu. Yang Maha Kuasa telah memanggilmu di hari yang penuh suka cita. Idul Fitri 1438 H, tepat 12 Juli 2016 adalah Idul Fitri terakhir bersama ibu.
Ya Allah, ya Ilahi Robbi, kalaulah boleh aku meminta, tetaplah ibu selalu berada di sampingku, di samping anak-anakmu. Ibu, dalam sujudku aku selalu berdoa dan maafku kupersembahkan untukmu. Rasa cinta yang tulus untukmu dan ucapan terima kasih. Namun, ucapan terima kasih yang sebesar gunung pun rasanya tak kan cukup untuk membalas pertaruhan nyawamu dalam melahirkanku ke alam semesta ini. Tak kan cukup sama sekali. Doa tulusku selalu kupersembahkan untuk ibu juga untuk ayahku, selalu kumohonkan agar Allah menempatkan di syurga-Nya sebagai tempat terbaiknya.
“Robbigfirli waliwaa lidayya warhamhuma kamaa robbayaani tsoghiroo”
Ya Robbi, ampuni dosaku ampuni dosa dan khilaf kepada kedua orangtuaku. Kasihanilah dan sayangilah kedua orang tuaku seperti keduanya menyayangiku di waktu kecil
***********
Rumahku
10 Desember 2021
#Tantangan menulis hari ke-430
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
