KUPETIK HIKMAH HINGGA MENCAPAI PUNCAK 365
KUPETIK HIKMAH HINGGA MENCAPAI PUNCAK 365
OleH: Siti Aisyah
Mengenal MediaGuru tahun 2019 saat aku mengikuti palatihan menulis Sagusabu DKI 5 dan di sini pula aku mengenal Gurusiana. Baru bergabung di Gurusiana dan mengikuti tantangan menulis di awal Maret 2020. Waktu yang cukup lama untuk memulai. Tapi tak mengapa daripada tidak sama sekali. Awal tahun 2020 Pak CEO mengadakan lomba menulis tantangan menulis tanpa jeda selama setahun. Semula ada rasa tak percaya diri dan takut menyelimuti diri ini. Apakah aku bisa mengikutinya? Aku pun masih membaca tulisan teman-teman di blog Gurusiana sambil mencoba menulis beberapa tulisan, namun belum berani mengirimkan tulisanku ke blog Gurusiana. Barulah awal Maret 2020 aku memulai menulis tantangan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Karena kondisiku yang kurang sehat saat itu, aku terlambat mengirimkan tulisan. Aku sempat terjatuh di tantangan ke-9. Kumulai lagi menulis dari tulisan pertama sampai menuju hari ke-178, di sini pun aku terjatuh untuk yang kedua kalinya karena aku melihat ada tulisanku yang hilang padahal sudah kukirim ke FB. Aku mengikuti aturan yang sudah diberikan bahwa aku harus memulainya dari awal lagi. Aku tak bisa berkata apa-apa, aku menangis dan pastinya rasa sedih, kecewa, kesal bercampur menjadi satu. Merasakan aku harus terjun dari ketinggian 178. Aku sempat beristirahat beberapa hari tidak menulis untuk menenangkan diri. Namun, seperti ada yang hilang dalam diri ini saat aku tidak menulis.
Awal Oktober 2020, akhirnya kumulai lagi untuk menulis dari hari pertama lagi. Bismillah, semoga aku dimudahkan dan bisa mencapai 365 menulis tanpa jeda. Kuatur dan persiapkan tulisan sebelumnya di waktu-waktu senggang kemudian segera kukirimkan ke blog Gurusiana. Aku sadar bahwa tulisanku belum sebagus mereka tapi aku tetap menyemangati diri sendiri. Aku pun memberanikan diri untuk mencoba mengikuti lomba menulis yang diadakan setiap bulan oleh MediaGuru. Meski baru mengikuti lomba menulis di akhir tahun 2020, aku bersyukur bisa masuk dalam deretan para penulis hebat dalam “Kasih Guru Tak Terbilang” (Desember 2020). Bagiku ini adalah pengalaman pertama yang sangat berkesan karena aku baru pertama kali mengikuti lomba sepanjang aku mengikuti tantangan menulis ini. Buku “Ayah Pejuang Keluarga” (Februari 2021), “Colourful Ramadhan” (April 2021), “Lestarikan Lingkungan” (Juni 2021) dan lomba menulis yang baru saja kuikuti “Tak Ada yang Lebih Indah dari Kasih Sayangmu” (Desember 2021) adalah jejak lomba menulisku. Aku tetap bersyukur meski semua masih dalam karya bersama berupa antologi. Sedangkan buku soloku masih dalam tahap proses dan belum selesai. Buku antologi lainnya yang sudah kutulis adalah “Pelangi Kisah Saat Corona Mewabah”, “Lembar Kisah Putih Abu-Abu”, “Jejak Guru Masa Depan”, dan “Damai Sepanjang Masa”.
Kini menulis merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Apa yang kulihat, kurasakan, dan kupikirkan semua bisa menjadi ide untuk menulis. Apalagi sejak mengenal Gurusiana seolah menemukan rumah baru untuk terus menulis. Sehari saja tidak menulis rasanya ada sesuatu yang kurang dan terlewati. Selama aku menulis di Gurusiana ini banyak tulisan dan pengalaman yang pernah kualami dan kutuangkan baik cerpen, puisi, pantun, reportase, kolom, dll. Untuk bisa menulis setiap hari aku harus banyak membaca tulisan teman-teman. Silaturahmi pun terjalin dengan saling memberikan apresiasi, saling menghargai, kritik saran yang membangun terhadap tulisan yang dibaca melalui saling kunjung saling sanjung (SKSS). Rasanya begitu dekat dan akrab walaupun belum pernah saling bertemu.
Jatuh bangun dalam perjalanan menulis ini, dan banyak hikmah yang kupetik. Dari awal masa pandemi Covid-19 apalagi bisa mencapai puncak menulis selama 365 hari. Tentunya semua ini membuat semangat menulisku semakin terpacu. Banyak ilmu yang didapat di MediaGuru dan Gurusiana mulai dari berbagai pelatihan menulis, lomba menulis, webinar, dan piagam penghargaan menulis 30 hari, 60 hari, 90 hari, 180 hari, 270 hari, 365 hari . Selain itu juga memperoleh sertifikat yang didapat dalam setiap kegiatan pelatihan dan webinar. Semua itu sebagai obor penyemangat dalam menulisku. Rasa bahagia dan bersyukur bisa mengenal Gurusiana dan MediaGuru. Keduanya sebagai teman terbaik yang selalu mengingatkan untuk selalu mencari ide untuk menulis. Gurusiana merupakan awal dari dunia menulisku. Gurusiana membuatku lebih percaya diri dalam menulis, menuangkan rasa, ide, tempat berbagi ilmu, dan segudang manfaat lainnya. Mengenal Gurusiana merupakan sebuah keberkahan dan kesuksesan untuk menulis agar lebih baik dan bermanfaat serta mewujudkan mimpi menjadi nyata.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
