PENUMPANG MENCURIGAKAN
PENUMPANG MENCURIGAKAN
#Tantangan Gurusiana ke-60
**************
Kamis minggu lalu, aku pulang dari sekolah menuju rumah dengan menggunakan angkot dari arah Jalan Raya Bogor menuju arah Depok. Sengaja aku naik angkot karena kondisiku yang sedang kurang sehat dan merasa dingin dan dengan tujuan agar merasa sedikit hangat pada tubuhku. Baru saja sekitar 100 meter angkotku berjalan, naiklah penumpang wanita. Aku yang semula agak takut karena sendiri di dalam angkot merasa menjadi tak takut karena ada teman dalam angkot. Aku tetap waspada mengingat jarak yang kutempuh lumayan jauh. Aku meletakkan tas gemblokku di bagian depan.
Tak lama kemudian naiklah penumpang laki-laki, disusul kemudian naik lagi 2 penumpang laki-laki dengan jarak yang berdekatan. Namun, tiba-tiba penumpang laki-laki yang naik pertama dengan beraninya menyuruh pindah tempat duduk kepada penumpang wanita yang ada di depanku. Dengan terpaksa wanita itu pun menuruti pindah tempat duduk dan akhirnya duduk di dekat pintu. Dengan tidak sopannya pula tiba-tiba ia melonjorkan kakinya di samping tempat dudukku dengan alasan kakiknya sakit. Tentu saja aku menghindar dan meminta tolong kepada penumpang laki-laki di sebelahku untuk menolong orang tersebut. Aku pun dengan segera pindah duduk ke belakang supir. Wanita yang tadi berada di depanku pun saling melirik ke arahku. Saling memberi isyarat. Aku berpikir penumpang yang pertama naik adalah yang bertugas mencari calon korban, begitu juga yang duduk di sebelahku dengan berpura-pura menolong orang yang sakit kakinya tadi dan mengalihkan perhatian penumpang.
Aku dan penumpang wanita itu saling melirik dan curiga bahwa 3 penumpang ini adalah penumpang dengan modus, berpura-pura sakit kakinya. Ternyata penumpang wanita yang ada di depanku tadi ia melihat bahwa tas gemblokku sudah ditutupi dengan tasnya yang panjang saat aku meminta untuk menolong penumpang yang kesakitan itu. Ia sempat melihat arah tangannya sudah berada di depan tasku. Untungnya aku segera pindah tempat duduk di belakang supir. Tak berapa lama satu-satu persatu penumpang tersebut turun dengan jarak yang agak berdekatan. Aku pun melihat bahwa orang yang sakit kakinya tadi turun dengan baik-baik saja tanpa rasa sakit.
Angkotku pun melaju menuju Jalan Akses UI, aku pun turun. Alhamdulillah, Allah melindungiku hingga tidak terjadi sesuatu yang kutakutkan. Aku pun pulang ke rumah dengan menyambung angkutan online. Alhamdulillah, aku tiba di rumah dengan selamat.
**********
Baiti Jannati, 1 Maret 2022
Menulis ke-509
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
