HIPNOTIS
HIPNOTIS
**********
Amir, pedagang gorengan yang membawa Bu Darmi, tiba di rumah menjelang Asar. Ibu Amir kaget ketika melihat anaknya datang dan membawa seorang ibu.
“Bu. Amir mengajak nenek ini untuk menginap di rumah kita. Boleh kan, Bu? Tadi Amir bertemu dengan nenek ini di jalan dan sedang menangis karena harta benda dicuri oleh orang yang tak dikenal.” ujar Amir kepada ibunya.
Ibunya yang sejak tadi memperhatikan Bu Darmi dengan cepat mengaggukkan kepalanya.
“Tentu saja boleh, Mir. Kasian Bu Darmi. Nanti kamu tolong dibantu carikan alamat anaknya ya, Mir!” jawab ibunya.
Bu Darmi dengan senang hati menerima tawaran dari Amir dan ibunya. Dalam hatinya ia berjanji akan membalas kebaikan Amir dan ibunya.
Di tempat lain, Hans dengan bangganya memberikan hadiah kalung serta perhiasan lainnya kepada Riska, istrinya. Riska pun dengan senang menerima pemberian dari Hans, tanpa berkomentar apa-apa. Sambil memantaskan dirinya di depan kaca.
“Wah, bagus sekali perhiasan ini semua. Besok aku dibelikan berlian ya.” pintanya sambil tersenyum kegirangan.
Hans yang sejak tadi melihat isterinya gembira, hanya diam saja sambil berpikir bahwa ia harus mencari seseorang yang lebih kaya lagi untuk dijadikan korban seperti Bu Darmi. Entah kapan kesempatan itu datang.
Bersambung…..
********
Jakarta, 19 Juli 2022
#Tagur ke-51 ( T624 )
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
