Siti Aisyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

JANJI RIZKI

 JANJI RIZKI

********

Malam semakin larut. Waktu hampir menunjukkan pukul 22.30 WIB, Rizki terus belajar di  kamarnya.  Hari ini dan besok, dan seterusnya  selalu ada tugas yang diberikan oleh dosennya. Apalagi besok  pun ada penilaian untuk mata kuliah membuat rancangan gedung yang harus diselesaikan malam ini juga. Rizki terus tekun menghadapi tugas-tugasnya. Ya, Rizki sekarang bukanlah Rizki yang dulu. Ia kini bukan lagi seorang siswa SMA.

“Aduh, banyak banget lagi tugasnya! Belum lagi tugas untuk menganalisa stuktur bangunan.” keluhnya dalam hati.

Ia terus  belajar di kamarnya. Ibunya hanya melihat dari kejauhan sambil tersenyum dan geleng-geleng kepala. Kemudian ia menuju  ke dapur dan menyiapkan camilan serta segelas susu hangat untuk anaknya.

“Rizki, ini susu dan martabak kesukaanmu. Minumlah susunya! Mumpung masih hangat.” ujarnya kepada anaknya sambil meletakkan susu dan camilannya di atas meja. Beberapa jam kemudian, ibunya melihat kembali ke kamar Rizki. Ia masih tekun belajar.

“Kalau sudah ngantuk tidurlah, Nak! Jangan dipaksakan semuanya, agar besok kamu tidak terlambat ke kampus.” ujar ibunya.

“Ya, Bu. Rizki akan tidur sebentar lagi.” jawabnya.

Esok harinya Rizki datang ke kampus dan  hampir saja terlambat. Untung saja dosennya, Ibu  Shinta memperbolehkannya masuk kelas. Betapa kagetnya Rizki saat itu juga ia disuruh memperesentasikan tugasnya. Untung saja Rizki bisa mempresentasikan dengan baik.

“Hebat kamu Rizki.” ucap Ibu Shinta setelah mendengarkan presentasi tugas Rezki.

Rizki hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya, tanda hormat.  Rasa lega karena rasa kagetnya yang tiba-tiba pun segera sirna.

Rizki pun berjanji pada dirinya ia akan merubah cara belajarnya dengan tidak menunda-nunda lagi semua tugas yang diberikan dosennya, belajar setiap hari dan mengulang-ulangnya lagi. Ia pun teringat juga pesan ibunya  bahwa dengan sikap tekun yang dijalani membuat diri tidak gampang menyerah dan berputus asa dan tentunya juga diiringi dengan doa. Itulah kunci yang membuatnya sukses di masa depan.

 

***********

Jakarta, 2 November 2022

#Tagur ke-39  / 152  (696)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post