Bancakan.
H-1.033 Gurusiana
Bancakan merupakan istilah untuk tradisi makan bersama di suatu daerah. Istilah ini awalnya dipopulerkan di daerah Jawa. Tradisi ini biasanya digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat atas suatu capaian penting dalam hidup. Di daerah Sunda menyebutnya botram. Menyengaja mengadakan makan bersama di luar rumah. Tidak perlu jauh, yang utama kebersamaannya, walau di halaman rumah, ya disebut botram. Ada juga yang menyebutnya bacakan. Tapi orang Sunda menyebutnya bancakan.
Tujuannya sama, yaitu sebagai ungkapan rasa syukur dan berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Misalnya setelah lulus ujian, ketemu hari lahir, dapat promosi jabatan, dan lainnya.
Hidangan Bancakan tidak harus mewah-mewah, yang penting ada dan semua orang yang hadir bisa memakannya. Kini bisa menghidangkan sajian lebih simpel seperti paket nasi tumpeng atau paket nasi Arab briyani atau nasi mandi. Seperti siang tadi, kami mendapat undangan makan siang dari salah satu keluarga besar kantor kami yang mendapat nikmat terpanggilnya ibadah haji yang akan berangkat pada Sabtu, 24 Mei 2025. Beliau membuat acara bancakan di rumahnya. Yang khusus diadakan hanya untuk kolega kantor saja. Karena untuk tetangga dan undangan umum telah dilaksanakan pada 15 Mei 2025 lalu. Acara ini tidak mengurangi hidmatnya doa bersama dan makan bersama ala-ala Bancakan. Beralaskan daun pisang, cukup nikmat dinikmati santap siang bersama.
Cilegon, 22052025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
