Siti Jamiatu Sholihah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Berdamai dengan Takdir

Berdamai dengan Takdir

H-1.057 Gurusiana

Berdamai dengan Takdir

Apa yang Anda katakan jika melihat hamparan laut yang luas. Pasti kalimat pertama adalah "betapa indahnya kuasa Allah."

Kemudian mari bandingkan dengan keluasan hati kita. Adalah bermuara pada rasa yang sama, yaitu lapang dada. Artinya hati kita sudah siap berdamai, menerima segala suratan takdir-Nya.

Seluas Mata Memandang, air laut terlihat indah, memukau memesona. Padahal semua tahu bahwa laut tak setenang yang kita pandang. Ada gelombang ombak yang selalu menghantam batu karang. Ada banyak jenis sampah dan kotoran yang bermuara ke sana. Bahkan berbagai jenis ikan yang membahayakan keselamatan manusia, hidup di dalamnya. Namun laut tetap terhampar indah. Dilindungi langit nan cerah. Berbagai makhluk betah hidup di dalamnya. Karang-karang dan tumbuhan laut, serta berjuta jenis ikan menjadi perbendaharaan yang terus diburu. Mempertahankan kelestarian dan keindahannya. Apalagi jika kapal berlayar di atasnya. Sungguh keindahan yang menakjubkan setiap mata memandang. Tak heran jika laut menjadi tempat yang sangat disukai manusia. Karena segalanya tentang laut, menyimpan banyak pesona.

satu hal yang menjadi rahasia laut. Walau berbagai jenis kotoran bermuara ke sana. Laut, airnya tetap bersih dan suci.

Lalu bagaimana dengan kesucian hati kita. Sejatinya memang harus seperti laut. Tetap tegar walau banyak mata memandang rendah. Banyak hati membenci kita. Bahkan banyak siasat yang mencoba membuat kita celaka. Ditampung saja semuanya. Karena jika hati kita telah yakin, bahwa dibesarkan dengan cacian, atau didewasakan dengan hinaan, tidak menggoyahkan hati dan pikiran. Tetap tenang, dan memiliki hati ikhlas. Tetap hidup apa adanya. Tanpa terpengaruh barang asing yang menghantam jiwa. Karena percaya ada Sang pemilik hati, penjaga jiwa. Sehingga apapun pandangan orang lain tentang kita, tetaplah menjadi muara yang menyejukkan bagi setiap mata yang memandang.

Cilegon, 16 Juni 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post