Siti Jamiatu Sholihah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Budaya Saweran

Budaya Saweran

H-1.063 Gurusiana

Budaya Saweran

Budaya saweran pada umumnya ada di hampir setiap daerah di tanah air. Boleh jadi tujuannya pun sama. Hanya pelaksanaannya yang berbeda.

Saweran di Jawa Barat misalnya, umumnya dilakukan pada upacara perkawinan. Salah satu rangkaian acara perkawinan ada saweran. Tujuannya sebagai sedekah dari yang punya hajat. Yaitu dari orang tua kedua mempelai. Sebagai simbol memberi pendidikan kepada penganten, bahwa dalam hidup yang dijalani sesulit apapun, harus peduli kepada sesama.

Selain itu, saweran dalam adat perkawinan di Jawa Barat, sebagai wujud rasa syukur bahwa buah hatinya telah menemukan takdir-Nya. Saweran diberikan kepada orang yang hadir di sana. Bahkan tidak jarang saweran dilakukan oleh mempelai, ini menunjukkan bahwa sedekah harus dilakukan dalam kehidupan sebagai rasa kepedulian kepada sesama.

Namun lain daerah lain adat. Saweran di provinsi Banten tujuan dan caranya berbeda. Saweran digadang dari undangan yang hadir untuk mempelai. Tujuannya untuk memberi modal kepada pasangan baru agar memperoleh keberkahan. Caranya berbeda-beda. Yang pernah saya ikuti, ada yang bentuk sawerannya dikumpulkan dalam satu wadah. Ada pula yang menggiring penganten di sekitar lokasi resepsi, sambil menggelar kain jarik yang dibentangkan dan ditarik setiap sudutnya mengikuti arah yang dilalui penganten. Maka undangan yang dilewati melempar/menyawer ke arah kain jarik tersebut.

Kini saweran kian berkembang. Bukan hanya pada saat acara pernikahan. Di Banten saweran dilakukan juga pada saat sang anak menyelwsaikan pendidikan. Pada momen itu digelr pentas seni dan ikhtifal /perayaan. Pada setiap pementasan, apa pun itu, (ngaji, pitado, menyanyi, atau menari) dan lainnya, orang tua memberi saweran kepada anak yang sedang tampil. Tujuannya sama, sebagai rasa syukur bahwa anaknya telah menguasai suatu keterampilan.

Uniknya, uang saweran pada momen ini dibuat berbagai rupa dan bentuk. Ada yang berbentuk kalung uang, topi uang, atau apa pun yang dibentuk dengan uang. Seperti pada momen haflatul Qutub di salah satu madrasah yang disandingkan dengan pondok pesantren. Lulusan yang dinyatakan lulus sudah tamat menghafal kitab alfiyah. Pada momen inilah saweran dilakukan sebagai rasa syukur dan terima kasih.

Cilegon, 22 Juni 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post