Siti Jamiatu Sholihah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Haflatul Musyahadah

Haflatul Musyahadah

H-1.054 Gurusiana

Haflatul Musyahadah

Masih bercerita tentang haflatul musahadah di MIN 1 Kota Cilegon. Yang memang tidak ada habisnya. Tulisan hari ini mengangkat tema "Haflatul Musyahadah"

Alunan merdu hymne hafidz Qur'an yang terus didendangkan, oleh para santri yang telah tamat menghafal juz 30, menyisakan keharuan yang mendalam di hati pemerhati. Merinding membayangkan betapa bahagianya memiliki generasi qur'ani.

Diawali dari surat An-Naba menandai mulut mereka begitu akrab dengan ayat-ayat suci itu. Wajah mereka begitu anggun dalam membacakan tanda keagungan Sang Pencipta.

Tidak gampang membentuk karakter generasi qur'ani ini. Mengingat setiap watak santri berbeda. Namun dengan kesabaran dan ketelatenan pada ustad dan ustadahnya. Seratus tiga puluh santri dan santriwati, dinyatakan tamat melewati tantangan itu

Bukan hanya para wali santri yang kebahagiaannya membuncah. Namun seluruh civitas MIN 1, dan segenap undangan turut larut dalam kesyahduan ayat-ayat yang mereka lantunkan. Di tengah menggilanya IT yang bagi sebagian besar orang tua dan para pendidik, bahkan bagi kalangan dunia pendidikan pada umumnya, menjadi tantangan dan hambatan. Namun kekompakan kepala madrasah, ustad dan ustadah, komite madrasah dan wali santri, menyulap hambatan dan tantangan itu menjadi kesempatan. Menyandingkan kurikulum nasional dengan program tahfid, membantu mewujudkan generasi cerdas, menyambut masa depan yang cerah dengan segenap harapan indah.

Program tahfid ini, tidak semata-mata memahamkan para santri sebatas lancar dari mulut mereka. Namun direfleksikan ke dalam tindakan keseharian mereka. Melalui pemahaman Al-Qur'an, para santri dibiasakan untuk saling sapa, salam dengan senyum penuh keramahan, membiasakan antri menggunakan setiap fasilitas yang ada, perpustakaan, kantin, toilet, dan lainnya, mencintai budaya nasional dan lokal, mereka terlibat dalam setiap program yang ada, dan memiliki mental juara dalam setiap mengikuti lomba. Membiasakan hidup bersih, mencintai lingkungannya. Sehingga madrasah menjadi rumah keduanya, yang selalu diramaikan dengan para penghafal dan setoran hafalannya. Ini yang akan selalu dirindukan para ustad dan ustadah dari setiap angkatannya.

Hari itu, mereka telah menyelesaikan hafalannya. Dengan bangga mempersembahkan dan memasangkan mahkota kepada orang tuanya. Sebagai simbol dan harapan, bahwa mereka telah mengantongi mahkota yang dijanjikan Allah di surga-Nya kelak.

Dengan syahdu, mereka terus bersenandung,

"Ku putuskan satu impian

Aku ingin jadi hafid Qur'an

Ku akan bertahan

Walau sulit melelahkan

Allah beri aku kekuatan

Ku cinta Umi, ku cinta Abi

Ku harap doamu selalu dalam hati

Ku cinta Umi, ku cinta Abi

Berharap bersama di surga-Nya nanti"

==========

Adem banget mendengarnya.

Cilegon, 13 Juni 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post