Sosok Pengayom itu Sudah Pergi
H-1.099 Gurusiana
Sosok Pengayom itu Sudah Pergi
///
Entah mengapa memandang sosok itu terlihat sangat berwibawa.
Tatapan sejuk penuh kesahajaan
Penuh kasih saat Dia menyapa
"Engkau dari mana, Adinda'
///
Bibir ini mendadak kelu
Saat tangannya meraih pundakku
Senyumnya merekah menenangkan
Memberi rasa nyaman dalam lindungannya
Saat takzimku bersimpuh. Engkau angkat tanganku
Sambil menepuk tempat duduk di sisi nya.
Memberi isyarat aku harus duduk di sampingnya
Kemudian bercengkrama, berbagi cerita tentang sisi gelap perjuangan
Mengajak para pendidik untuk merenda kisahnya dalam aksara
Lalu engkau pamit, karena sebuah kehormatan telah menantinya.
///
Aku masih ingin bercengkrama
Namun sadar engkau kini sudah tiada
Kepergianmu bukan hanya soal kepedihan
Namun menyisakan rindu dalam senyap
Engkau tak akan pernah kembali
Mencengkrama mengurai kisah-kisah kembali
Engkau telah tuntas sebagai abdi
Kembali ke pangkuan ilahi.
///
Tinggalah sepenggal rindu
Pada sosok pengayom kalbu
Walau ragamu kau bawa pergi
Namun jiwamu tetap di sini
///
Berbaringlah dalam cinta Rabb-mu
Di taman Raudatul Jinan yang penuh kenikmatan.
Hingga masa yang telah ditentukan
Engkau disandingkan dengan para penghuni telaga Kaut
sar.
Cilegon, 28 Juli 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
