Hilangnya Ruh Kemanusiaan
H-1130 Gurusiana
Hilangnya Ruh Kemanusiaan
Sepanjang hari ini, pandangan tak lepas dari gawai. Yang dilihat adalah peristiwa cacatnya demokrasi negeri ini. Bohong jika ada pejabat yang bicara tentang kasih sayang, tapi nyatanya yang ada, nyawa melayang. Sebuah peristiwa yang kontras. Penuntut keadilan mendapatkan perlawanan yang anarkis, brutal, biadab, mengisyaratkan bahwa nyawa seseorang berada di tangan penguasa.
Mereka lupa bisa duduk di kursi empuk, di mobil mewah, atau istana megah, karena rakyat memilih mereka. Namun setelah mereka mabuk dengan harta dan kekuasaan. Mereka merasa sukses oleh perjuangan diri mereka sendiri.
Sepanjang hari ini, hati ini terus membatin. Bahwa panggung negeri ini telah dikuasai oleh orang yang telah mati rasa. Nurani dan rasa kemanusiaan tak lagi menjadi identitas manusia-manusia yang mengaku dirinya terhormat. Rasa itu telah hilang seiring tahta dan harta digenggamannya. Rasa itu hanya dimiliki oleh makhluk yang bernama rakyat jelata. Ketika rakyat menuntut keadilan, manusia-manusia durjana itu hanya bisa tiarap karena tidak punya keberanian.
Hari ini rakyat berduka. Seorang pemuda dari komunitas ojeg online menjadi korban kebiadaban para durjana. Hingga menemui ajalnya ,atas tindakan kekejian para penguasa. Kemana rasa kemanusiaan mereka sesungguhnya?
Cilegon, 29 Agustus 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan