Kurikulum Berbasis Cinta Mengedepankan Pendekatan Empati dan Simpati
H-1 110 Gurusiana
Kurikulum Berbasis Cinta Mengedepankan Pendekatan Empati dan Simpati
Kurikulum Berbasis Cinta merupakan kurikulum yang digagas oleh Menteri Agama. Dr. Nasaruddin Umar, sebagai penambahan pada proses pembelajaran berbasis cinta. Teori ini dikenal dengan istilah pancacinta, yang terdiri dari cinta Allah dan rosul, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, dan cinta ilmu pengetahuan.
Mengapa harus berbasis cinta, karena dilatarbelakangi oleh kenyataan maraknya kekerasan dan aksi bullying di kalangan para pelajar. Karena itu, menteri agama memandang perlu menerapkan pendekatan cinta pada proses pembelajaran. Sebagai pengembangan karakter sosial dan emosional siswa termasuk empati dan simpati.
Empati dan simpati adalah dua konsep yang terkait dengan kemampuan untuk memahami dan merespon emosi orang lain.
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan emosi orang lain dari perspektif diri mereka sendiri.
Empati melibatkan kemampuan untuk meletakkan diri sendiri di pososi orang lain dan memahami perasaan dan pikiran mereka.
Sedangkan simpati adalah kemampuan untuk merasakan perasaan yang sama dengan orang lain. Seperti merasa ksian atau sedih ketika orang lain mengalami kesulitan.
Simpati menunjukkan sikap peduli kepada orang lain dan dapat melakukan dukungan emosional.
Empati dan simpati memiliki peran yang sangat penting dalam kurikulum berbasis cinta, sebagai pendekatan yang merespon perasaan orang lain sehingga membangun hubungan positif dan harmonis dalam pembelajaran di kelas. Dan merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ini juga yang mendasari giat pelatihan kurikulum berbasis cinta di MTs Negeri 2 Kota Cilegon pada Jumat -Sabtu, 8-9 Agustus 2025.
Cilegon, 8 Agustus 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
