Siti Jamiatu Sholihah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Penggunaan Kata Syariah pada Kalimat yang Tidak Tepat

Penggunaan Kata Syariah pada Kalimat yang Tidak Tepat

H-1104 Gurusiana

Penggunaan Kata Syariah pada Kalimat yang Tidak Tepat

Saya menyimak sebuah konten dengan judul yang menggunakan kata syariah, pada kalimat yang tidak sepatutnya.

Pengunggah konten itu menjelaskan trik-trik seorang perempuan yang menggoda teman laki-laki yang sudah beristri. Namun caranya nyaris tidak terlihat. Terkesan sopan dan tidak terlihat agresif.

Pengunggah konten itu menyebutnya dengan kalimat "selingkuh syariah" atau pada judul lain "pelakor syariah "

Penggunaan kata syariah, menurut saya kurang tepat digunakan sebagai penyerta dari kata-kata yang berkonotasi negatif seperti kata selingkuh dan pelakor.

Kata syariah memiliki makna yang sakral. Dalam ajaran agama Islam, kata syariah bermakna aturan (hukum-hukum ) yang ditetapkan Allah untuk dipedomani manusia dalam berbagai aspek kehidupan, yang bersumber kepada Al-Qur'an dan hadits.

Sedangkan kata "selingkuh atau kata pelakor" itu sendiri sudah bermakna negatif. Merupakan makna dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. (Selingkuh=berkhianat, pelakor=merebut milik orang lain). Jika kedua kata tersebut disandingkan dengan kata syariah, maka keduanya menjadi padanan kata yang tidak sepadan alias bertolak-belakang. Karena kata syariah diperuntukkan sebagai pembeda antara aspek yang menggunakan hukum agama (Islam) atau tidak. Seperti kata "Koperasi syariah," artinya kegiatan usaha yang pengelolaannya menggunakan hukum Islam. Atau Bank syariah, berarti perbankan yang dikelola secara hukum Islam.

Lalu bagaimana dengan kata selingkuh secara syariah? Atau pelakor syariah? Bisa-bisa nanti muncul kata "riba yang halal

Jika ada yang tertarik dengan konten itu, bisa melihat tayangan tersebut pada media sosial Instagram yang menamakan akunnya "Mbak Meida"

Keterangan gambar: RRI.co.id

Cilegon, 2 Agustus 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post