Irama Nafas dan Deru Mobil
H-1135 Gurusiana
Irama Nafas dan Deru Mobil
Huru hara demonstrasi belum hilang dari pandangan. Menyisakan ketakutan mendalam bagi segenap kalangan. Aku bagian dari mahasiswa yang diam tanpa tahu menahu akar kejadian. Namun ikut disorot sebagai bagian pelaku karusuhan. Menjadi mati rasa. Karena sejatinya seorang wanita, bukan di jalanan ranahnya.
Malam ini, kota kembang masih menyala. Cahaya kampus di malam hari masih dibayangi cahaya api yang kulihat di siang hari. Karena tak mengerti mengapa ini terjadi. Aku memutuskan untuk pergi di malam ini.
Jalanan sepanjang kampus yang biasa ramai terasa sepi. Sepanjang jalan menuju travel mendadak seperti sangat dekat. Dalam hitungan nafas telah sampai di titik tujuan.
Aku membayangkan akan beegabung dengan kumpulan orang yang memiliki tujuan sama. Ternyata salah. Aku hanya sendirian menduduki kursi travel yang besar.
Nafas mulai berpacu seiring suara mobil melaju. Derunya susul menyusul dengan senggalan nafas yang kian nyaring terdengar satu-satu. Ya,..aku sangat takut.
Sesekali mata melirik kaca spion yang hanya menampilkan gambarku. Karena penumpangnya hanya aku. Aku berusaha menenangkan diri dengan mencumbu gawai berkabar pada ibu.
"Hati-hati, moga lancar dan selamat" kata ibu.
Namun tiba-tiba isak tangis tersedu. Hingga didengar Pak sopir yang kemudian menenangkanku.
"Aman, De." Katanya, sambil melirikku.
Aku hanya mengangguk, dan berusaha menahan kantuk.
Satu jam berlalu. Mobil terus dipacu dijalanan yang ramai. Namun hatiku belum merasa damai. Untuk menenangkan pikiran. Aku lafalkan doa-doa penyejuk hati, berzikir, bersalawat, dan memohon keselamatan hingga sampai ditujuan.
"Tuhan, selamatkan hidupku, selamatkan perjalananku. Segera pertemukan aku dengan ibuku"
Walau hanya menjadi penumpang tunggal, aku yakin keselamatan membersamaiku.
Kupeluk malam, diiringi nafas dan seru mobil yang terus melaju.
Bismillah.
Cilegon, 3-9-2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan