Membangun Komunikasi pada Anak Batita
H-1145 Gurusiana
Membangun Komunikasi pada Anak Batita
Belum genap 2 tahun usianya. Namun keaktifannya melebihi anak usia empat atau lima tahun.
Di sebuah wahana playground yang disediakan untuk usia bayi tiga tahun (batita) hingga bayi lima tahun (balita), menyediakan wahana playground yang komplit. Dari wahana sederhana sekadar bermain hingga wahana yang memacu keberanian anak.
Pada beberapa wahana, terlihat ada yang masih didampingi orang tuanya, ada pula yang dilepas untuk membangun kemandirian. Banyak anak yang berani sendiri, mandiri, tapi tak sedikit anak yang tidak mau lepas dari orang tuanya.
Pada beberapa wahana yang didampingi orang tuanya, saya sengaja bergabung membawa cucu saya. Tujuannya agar dia belajar berkomunikasi. Mengenalkan nama dan bertanya nama beberapa anak di area itu. Kemudian membimbing mereka agar mau bermain bersama. Bergabung. Agar terbangun kerjasama.
Ada anak yang langsung menangis menangis, saat didekati. Ada pula yang langsung main bersama. Mereka saling berebut, tapi saling tersenyum. Satu sama lain menjadi akrab, dan saling memberi kesempatan.
Tetapi pada wahana yang menantang adrenalin anak balita, seperti perosotan bola, sepeda di atas perosotan, atau arena bom-bom car, cucu saya tidak mau berbagi. Bahkan pada arena sepeda di atas perosotan itu, dia justru membariskan mobilan agar ketika meluncur bisa menyentuh mobilan lain secara berantai. Dan jika ada yang menghalangi, dia berteriak minta tolong dengan bahasa khasnya. Ini menunjukkan bahwa, dia bisa berbagi, namun pada saat-saat tertentu, dia juga merasa tidak ingin ada yang lain. Bahkan tidak ingin terkalahkan.
Di sinilah peran orang tua, meluruskan agar anak tidak merasa memiliki sendiri. Namun dikomunikasikan dengan caranya agar anak tersebut paham bahwa sekelilingnya bukan hak pribadi. Sehingga harus bisa berbagi.
Cilegon, 13-9-2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
