Lepas Rindu Dibatas Waktu
H-1186 Gurusiana
Lepas Rindu di Batas Waktu
Dalam pertemuan keluarga, yang dihelat dengan perantaraan akad dan resepsi pernikahan di kota Jakarta, menjadi momen langka dan mahal. Langka karena memang diantara keluarga tinggal berjauhan. Mahal karena sangat dibatasi waktu.
Pelaksanaan perhelatan di kota besar seperti Jakarta, harus maklum jika waktu penyewaan gedung sangat dibatasi waktu. Hal ini terjadi karena pengguna gedung sangat antri. Jadi kalau diundang pada pukul 11.00-12.00, itu tidak main-main. Lewat dari pukul 12.00, tentu sudah tidak bisa bertemu dengan mengundang. Gedung sudah digunakan oleh orang lain.
Kita harus memaksimalkan pertemuan itu, agar lebih terasa maknanya. Apalagi jika anggota keluarga tinggal berjauhan dan sangat langka bertemu, tentu ingin melepaskan rindu lebih lama.
Anda bisa menggunakan jeda waktu antara akad dan resepsi untuk ramah tamah keluarga. Tapi jangan lupa mengisi perut. Karena sering lupa jika sudah bersua dan bercengkrama.
Tiba-tiba saja panitia telah membongkar kembali dekorasi yang baru terpasang satu jam yang lalu. Karena tempatnya harus segera dikosongkan karena akan digunakan pengguna berikutnya
Obrolan ngaler ngidul belum kelar sampai ke akar. Tapi situasi sudah tak mengizinkan. Akhirnya harus segera pamitan. Bahkan dengan anggota lain yang belum sempat bertegur sapa. Dimanfaatkan untuk menyapa sambil pamitan. Berpelukan pertemuan sekaligus perpisahan.
Tentu hal ini berbeda dengan dengan kota besar lain. Apalagi di desa dan tempat resepsinya gedung milik pribadi. Kita bisa berlama-lama bahkan hingga menginap di sana.
Inilah potret kehidupan yang harus dipahami jika tinggal di kota. Kadang lamanya perjalanan menuju lokasi dengan lamanya resepsi tidak sebanding. Masih lama menempuh perjalanannya. Namun semua sudah maklum. Begitulah gaya hidup di kota yang sangat berbeda dengan di desa. Bagaimana di kota tempat tinggal kawan-kawan. Adakah yang seperti itu?
Cilegon, 26 Oktober 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
