Rasa yang Meronta
H-1211 Gurusiana
Rasa yang Meronta
Sebatang kara. Ya sebatang kara
Setelah Engkau tiada
Tak ada bahu yang kuat untuk bersandar
Hanya tangan rapuh yang masih erat menggenggam .
Namun tak selamanya
Sekadar datang dan menguatkan
Lalu pergi meninggalkan jejak rindu sesaat
Terasa memberi energi, kemudian hilang tak menepi
Lalu sembunyi, sunyi menyekap hati
Mencanda sepi melintas sanubari
Sendiri meratapi nasib diri
Nasib sebatang kara tanpa seorang pelipur hati.
Cilegon, 21 November 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
