Solo di Waktu Malam
H-1219 Gurusiana
Solo di Waktu Malam
Rombongan kami tiba di Solo pukul 19.10 . Langsung menuju pusat kulineran di pusat kota Surakarta. Ada banyak makanan khas Solo yang unik-unik namanya. Seperti sate kambing peti, sate kere, rawon penjara, dll, membuat kami penasaran ingin mengetahui seperti apa dan ingin mencobanya. Namun tidak gegabah. Khawatir setelah dipesan ternyata kami tidak suka, kan mubazir. Selain itu jika sudah dipesan tapi tidak dimakan, khawatir berdampak pada prasangka yang kurang baik. Beli kok gak dimakan.
Setelah kulineran kami langsung check in penginapan yang telah dibooking. Tidak keluar lagi langsung mengistirahatkan badan.
Saat kulineran kami sempatkan menikmati malam di Solo. Masyaallah ternyata Solo begitu tenang. Ramah dan santun. Setiap yang berpapasan selalu mengucapkan kata "Monggo" atau kata "pareng."
Solo sangat damai. Wajar jika dijuluki kota tenang. Karena memang membuat hati kita tenang.
Di area pusat kulineran, terdapat grup musik hidup. Mereka bernyanyi dan disekitarnya menikmati. Tidak ada yang terkesan liar, teriakan, atau yel-yel sebagaimana biasanya dilakukan kelompok-kelompok yang biasa mereka jalanan. Tapi Solo begitu anggun menunjukkan jati dirinya yang memiliki ciri khas damai menunjukkan hati.
Surabaya, 29 November 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan