Komunikasi Belah Bambu
H-1240 Gurusiana
Komunikasi Belah Bambu
Kedengarannya istilah baru. Istilah yang lebih halus dari kata gibah. Atau bahkan fitnah. Karena kedua sifat itu memiliki kesamaan makna, yaitu berkomunikasi belah bambu. Berkomunikasi dengan membaguskan satu pihak dan menjelekkan pihak lain. Karena sifat dari membelah bambu, satu diangkat dan satunya diinjak. Demi mencapai kepentingan.
Komunikasi Belah bambu menentang keadilan. Karena sarat kepentingan, kebenaran tidak dihiraukan. Bahkan dilanggar.
Komunikasi Belah bambu berindikasi khianat. Menghilangkan kepercayaan. Karena sifatnya yang menekan, orang tidak akan pernah percaya lagi.
Dampak dari komunikasi Belah bambu juga akan melahirkan konflik. Orang dibelah (dideskripsikan dengan komunikasi Belah bambu), akan saling berkonflik. Satu sama lain akan saling memusuhi. Sehingga dampak komunikasi Belah bambu ini memicu pertentangan.
Hal itu tentu sangat berbahaya. Bahkan dalam Agama Islam merupakan perbuatan adu domba yang keji dan dilarang.
Gambar: **(censored)**
Cilegon, 20 Desember 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
