Nasi Liwet Rasa Sayur Lontong
H-1226 Gurusiana
Nasi Liwet Rasa Sayur Lontong
Satu nama beda rasa. Bagai irama beda nada. Tentu tak seindah yang dirasa. Budaya Nusantara memberi banyak pengalaman. Memperkaya literasiperadaban, dan menjadi kisah indah tak terlupakan. Seperti pada perjalanan menuju TNGP Surabaya 2025.
Tujuan utama memang ke Surabaya. Namun kami sepakat untuk jelajahi banyak tempat. Mumpung ada yang membawa kendaraan pribadi. Dimanfaatkan maksimal sepuas hati.
Malam Jumat kami tiba di kota tenang Solo. Mengapa dibilang tenang. Ya suasananya beda. Memberi ketenangan. Bukan tidak ada keramaian. Justru keramaian itu dinikmati sebagai sebuah hiburan yang menyenangkan.
Malam itu kami tiba di salah satu pusat kulineran. Berjajar kedai kulineran yang senada dengan deskripsi yang jelas. Memudahkan para pelanggan untuk mencari makanan favoritnya.
Saat itu kami berbagi tempat sesuai dengan pesanan selera masing-masing. Saya termasuk orang yang agak bingung mau menikmati makanan apa. Walaupun akhirnya pilihan saya jatuh pada sop buntut yang memang favorit saya. Walau akhirnya juga yang datang bakso urat. Mungkin pelayan juga agak keliru mengolah makanan pesanan. Tapi tak apa. Yang penting malam itu cacing-cacing di perut tidak demo untuk meminta pertanggungjawaban kesejahteraan mereka.
Sambil menunggu pesanan tiba. Saya dipanggil teman saya. "Bund, sini. Cepet" teriak Bu Nani sambil mesem-mesem meminta saya segera mendekatinya.
Sebelum saya sampai ke mejanya, Dia sudah ngakak duluan. Sambil memperlihatkan menu pesanannya. Dia bilang "tebak Bund ini apa"
Saya jawab sayur ayam. Dia pun ngakak lagi.
"Ini nasi liwet Bund" kata Dia. Membuat mata saya juga membelalak.
"Nasi liwet" tukas saya.
Bu Nani ngakak lebih keras sampai pemilik kedai itu pun ikut tertawa. Bukan menertawakan makanannya. Namun menyoal namanya. Nasi liwet.
Dalam budaya kami orang Sunda, Banten juga, nasi liwet itu ya nasi yang dimasak dipanggang di panci/kastrol dengan bumbu yang bala (segala rempah ada). Salam sereh, bawang merah, bawang putih, Laos, tomat, cengek, dan lainnya. Bahkan ditaburi ikan teri nasi goreng, bawang goreng, dan ikan asin yang menambah selera makan bertambah.
Namun nasi liwet di Solo ini, nasi putih yang disiram sayur labu dan sepotong daging ayam. Mirip sayur lontong kalau di Cilegon. Tapi disiramkan ke nasi.
Apa pun kejadiannya memberi kami banyak perbendaharaan budaya. Menjadi destinasi literasi budaya yang melegenda. Karena Nusantara kaya keberagaman adat dan budaya.
Cilegon, 6 Desember 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
