Bagai Paparazi Membidik Artis
H-1274 Gurusiana
Bagai Paparazi Membidik Artis
Sudah menjadi bagian dari pemandangan yang sering kita alami, bahwa setiap berkunjung ke tempat wisata selalu diburu oleh fotografer lokal. Bagai paparazi membidik artis. Bukan diburu untuk menyiapkan beritanya, tapi sebagai mata pencaharian penyambung hidup. Memotret secara tiba-tiba. Hasilnya dicetak dan kemudian saat akan pulang, mereka akan mengejar kita agar foto hasil jepretan tadi dibayar.
Memaksa, berdalih berbagi rezeki. Dengan hasil jepretan yang tidak kita kehendaki.
Pernah suatu ketika hal ini dialami teman saya yang dipaksa harus membayar foto dirinya dengan kondisi yang tidak bagus, dia acung-acungkan fotonya sambil berteriak ala puisi. " Fotoku...mencucu..." Walau saya tidak mengerti maksud dari kata itu, tapi saya paham dia sedang marah. Kondisi itu berlangsung hingga rombongan sampai di tempat makan. Dia kembali berpuisi, kemudian menyobek fotonya dan mencampakkannya ke tempat sayur bekas dirinya yang masih banyak kuahnya.
Jika setiap orang yang dipaksa menebus foto dengan gaya yang tidak dikehendaki, maka, profesi ini lambat laun akan hilang seiring waktu.
Saya tidak membidik tentang profesinya. Tapi teknik kerjanya yang perlu diperbaiki. Bukan dengan mengambil foto secara diam-diam kemudian memaksa pemilik gambar harus membayar. Tapi bekerjalah secara profesional. Menyediakan tempat foto yang bagus dipandang. Tentukan harga yang bersaing, promosikan dengan misi menolong orang tidak bisa mengambil gambar sendiri. Jadi tidak perlu berlari-lari mengejar wajah yang ada di gambar yang tak dikenalinya untuk minta bayaran.
Profesi itu tidak akan bisa bertahan lama jika tidak berinovasi. Karena setiap orang bisa melakukannya sendiri dengan hasil lebih bagus. Akan dikalahkan dengan gawai yang memiliki fitur lengkap, dan mengikuti perkembangan zaman serta menyesuaikan dengan kebutuhan.
Keterangan gambar: Shutterstock
Cilegon, 21 Januari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
