Merangkum Sepi
H-1284 Gurusiana
Merangkum Sepi
"Halo Mami. Arkan gak bisa pulang pekan ini. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Insyaallah pekan depan Arkan pulang."
"Halo Mami. Manda ada acara komunitas di kampus. Gak pulang pekan ini ya."
Sore itu, dalam siraman hujan yang tak henti sejak semalam mengguyur. Membuat bu Anita tidak beranjak dari tempat tidur. Tak ada yang perlu dilakukan selain aktivitas ibadah harian yang bisa dilakukan di kamar.
Sejak Pak Hermin suaminya meninggal, bu Anita hidup sendiri, karena Arkan dan Manda, kedua anaknya tinggal di kota yang berbeda. Hanya sepekan sekali mereka menemui ibunya. Atau kadang gantian agar bu Anita tidak terlalu kesepian.
Namun bagaimanapun suasananya, namanya hanya hidup sendiri, tetap saja hari-harinya merajut sepi.
Ketiadaan anak-anaknya tidak berpengaruh bagi bu Anita. Karena baginya pada akhirnya akan kembali kepada ketiadaan.
Hujan berangsur reda. Jendela kamar Mulai dibuka. Kemudian menuju ruang makan membuat minuman kesukaannya untuk menghangatkan badan.
Ketika membuka kulkas, Dia melihat tumpukan minuman kesukaan anak-anaknya yang sengaja Dia beli untuk persediaan saat dinikmati bersama anak-anaknya.
Tanpa menyentuh apapun. Kulkas itu ditutup kembali. Kemudian kembali ke kamar mengambil gawainya dan menuliskan sesuatu.
"Nikmatilah kebersamaan selagi bisa. Karena ada masanya suatu ketika ingin bersama, namun keadaan memisahkan. Tugas seorang ibu memang untuk mendidik dan mengarahkan kepada tujuan dan cita-citanya. Bukan untuk terus memeluk dan menggenggamnya agar selalu bersama. Karena pada akhirnya mereka akan tetap pergi dengan pilihan hidupnya. Dan kita akan kembali sendiri merangkum sepi."
Tumisan itu niatnya akan dikirim kepada anak-anaknya. Tapi jarinya terhenti. Entah apa yang dipikirkannya. Dia kembali naik ke pembaringan. Merajut sepi di tengah tak seorangpun menemaninya.
Cilegon, 31 Januari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan